Redaksintb.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah darurat dengan mengalihkan proses belajar-mengajar bagi siswa TK, SD, dan SMP menjadi sistem dalam jaringan (daring) atau online. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean kendaraan mengular panjang di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar.
Selain sektor pendidikan, Pemkot Makassar juga memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan kota. Pengaturan penyesuaian sistem kerja ini bertujuan untuk menguraikan kemacetan parah di jalan-jalan protokol sekaligus meminimalkan kebutuhan mobilitas harian masyarakat yang terkendala pasokan BBM.
Kelangkaan pasokan BBM yang melanda kota ini telah memicu kepanikan warga (panic buying) dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, meluber hingga memakan bahu jalan utama, sehingga memicu kemacetan lalu lintas yang parah dan mengganggu kelancaran sarana transportasi publik maupun moda transportasi jemputan sekolah.
Dinas Pendidikan Kota Makassar menegaskan bahwa keputusan memindahkan pembelajaran ke mode daring merupakan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan dan kepastian para siswa. Banyak orang tua murid dilaporkan kesulitan mengantar anak mereka ke sekolah akibat menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean BBM, atau bahkan kehabisan bahan bakar di tengah jalan.
Pelaksanaan pembelajaran daring ini dijadwalkan berlangsung sementara waktu sembari menunggu stabilitas distribusi pasokan BBM kembali normal. Pihak sekolah diinstruksikan untuk memanfaatkan platform edukasi digital dan memberikan fleksibilitas materi agar proses belajar mengajar anak-anak tetap berjalan efektif dari rumah masing-masing.
Sementara itu, untuk kebijakan WFH bagi ASN, Pemkot Makassar memastikan pelayanan publik yang bersifat vital dan esensial tetap beroperasi secara tatap muka. Penyesuaian WFH diprioritaskan bagi unit kerja administratif agar efisiensi penggunaan bahan bakar pada kendaraan operasional maupun pribadi ASN dapat ditekan di tengah kondisi krisis.
Krisis distribusi energi di Makassar ini mengundang perhatian serius dari otoritas terkait, termasuk pihak Pertamina dan dinas perhubungan setempat. Langkah-langkah taktis tengah diupayakan untuk mempercepat penyaluran stok BBM ke SPBU guna mengatasi kemacetan dan mengembalikan ritme aktivitas ekonomi serta sosial warga ke kondisi semula.
Wali Kota Makassar mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang dapat memperkeruh situasi di lapangan. Pemerintah daerah berjanji akan terus mengevaluasi perkembangan situasi harian sebelum memutuskan waktu pengembalian sistem pembelajaran tatap muka dan jam kerja ASN secara penuh.


Komentar