Berita Internasional
Beranda / Internasional / Trump Ancam Mau Binasakan Iran di Sidang PBB, IRGC dan Teheran Beri Peringatan Keras

Trump Ancam Mau Binasakan Iran di Sidang PBB, IRGC dan Teheran Beri Peringatan Keras

Redaksintb.com – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencapai titik didih di panggung diplomasi tertinggi dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terbuka untuk membinasakan Republik Islam Iran saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Dalam pidatonyanya, Trump memperingatkan bahwa dirinya tengah menghadapi sebuah keputusan geopolitik yang sangat besar. Ia menyebut pilihan yang ada di tangannya adalah mencapai kesepakatan damai untuk menghentikan perang yang berkecamuk sejak Februari lalu, atau menghancurkan Iran secara total.

Trump menekankan bahwa jika negosiasi gagal, AS dapat bertindak cepat untuk memusnahkan rezim Iran tanpa memberi mereka kesempatan untuk pulih. Ia bahkan melontarkan retorika keras dengan mengancam akan “mencampakkan Iran ke neraka” demi memastikan negara itu tidak lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dunia.

Ancaman bertubi-tubi dari podium PBB tersebut dilontarkan saat utusan khusus AS sejatinya masih mengupayakan jalur diplomasi dengan mediator Iran. Namun, gertakan militer Trump ini justru memicu kemarahan mendalam dan respons balasan yang tidak kalah tajam dari pihak otoritas Teheran.

Otoritas Iran melalui Garda Revolusi Islam (IRGC) serta jajaran pimpinan militer menyampaikan peringatan balasan yang sangat tegas. Pihak militer Iran menegaskan bahwa setiap agresi atau serangan militer langsung dari AS akan dibalas dengan gempuran bertubi-tubi ke seluruh pangkalan serta kepentingan strategis Washington di kawasan.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Senada dengan militer, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk pada intimidasi atau gertakan AS. Ghalibaf memastikan Iran siap membalas dengan kekuatan penuh dan membuat musuh-musuhnya tidak berdaya di segala lini pertempuran.

Dinamika ketegangan ini dipicu oleh pertikaian militer yang terus meluas dan tindakan saling blokade di jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz. Situasi tersebut tidak hanya memperparah Krisis Timur Tengah tetapi juga melontarkan harga minyak dunia ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Di tengah sorotan tajam laporan Dewan HAM PBB mengenai dampak peperangan, gertakan Trump dan gertak balik dari pihak Iran memperlihatkan jurang diplomasi yang kian membesar. Dunia internasional kini memantau dengan cemas apakah gertakan keras di Sidang Umum PBB ini akan berujung pada kompromi atau justru memicu konfrontasi militer terbuka yang jauh lebih mematikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *