Redaksintb.com – Peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Filipina. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan tersebut tercatat terjadi pada rentang waktu dini hari dengan titik pusat gempa berada di darat/laut kawasan wilayah Filipina.
Berdasarkan data analisis parameter geofisika, pusat gempa (episenter) terdeteksi berada pada koordinat geografis tertentu di wilayah perairan Filipina. Gempa bumi ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal karena memiliki kedalaman sumber (hiposenter) sekitar 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kedalaman gempa yang tergolong dangkal tersebut umumnya dipicu oleh adanya aktivitas patahan atau sesar aktif di sekitar wilayah perairan kepulauan Filipina. Hiposenter dangkal kerap membuat getaran gempa dirasakan cukup nyata di daerah pesisir yang berdekatan dengan pusat guncangan.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan gempa M 4,8 tersebut. Pihak otoritas pemantau vulkanologi dan mitigasi bencana setempat (Phivolcs) terus melakukan analisis lanjutan mengenai dampak di lapangan.
BMKG mengonfirmasi bahwa guncangan gempa bumi di wilayah Filipina ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, khususnya di wilayah perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina Selatan.
Masyarakat di sekitar kawasan perbatasan diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Filipina sendiri secara geografis terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sebuah kawasan dengan tingkat aktivitas seismik dan vulkanik yang sangat tinggi di dunia.
Pihak otoritas kebencanaan setempat mengingatkan warga untuk selalu siap siaga serta mematuhi panduan mitigasi bencana gempa bumi yang telah ditetapkan guna meminimalisir risiko keselamatan.


Komentar