Internasional
Beranda / Internasional / Iran Peringatkan Negara Pendukung Sanksi AS: Bersiap Hadapi Konsekuensi dan Target Ekonomi Baru

Iran Peringatkan Negara Pendukung Sanksi AS: Bersiap Hadapi Konsekuensi dan Target Ekonomi Baru

Redaksintb.com – Pemerintah Iran menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam kampanye sanksi dan perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat (AS). Teheran menegaskan bahwa negara mana pun yang menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan secara otomatis dianggap sebagai musuh.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, melalui saluran televisi pemerintah Iran pada Ahad (23/8). Pihaknya mendesak seluruh negara di dunia agar menjauhkan diri dari agenda Washington yang berupaya mengisolasi perekonomian Iran.

Rezai memperingatkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan balasan terhadap kepentingan negara-negara yang mendukung tekanan ekonomi AS. Keikutsertaan dalam pembatasan ekonomi dianggap sebagai bentuk permusuhan langsung terhadap kedaulatan Iran.

Selama ini, Teheran mengklaim hanya mengarahkan sasaran ke pangkalan-pangkalan militer AS dan belum menyentuh aset perekonomian negara adidaya tersebut. Namun, peta perlawanan dipastikan berubah jika Washington dan sekutupnya terus memaksakan sanksi ekonomi baru.

Rezai secara terbuka mengancam akan membidik aset-aset ekonomi vital AS yang tersebar di wilayah sekitar Iran maupun kawasan lain. Target potensial tersebut mencakup perusahaan-perusahaan minyak serta korporasi ekonomi milik Amerika Serikat.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Peringatan ini juga ditujukan secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump. Teheran menegaskan bahwa langkah agresif yang diambil Washington hanya akan memicu eskalasi konfrontasi yang jauh lebih besar dan meluas di tingkat global.

Ketegangan baru ini mencuat setelah pemerintah AS meningkatkan tekanan diplomasi dengan mendesak sejumlah negara mitra untuk bergabung dalam kampanye isolasi ekonomi terhadap Iran.

Dengan meningkatnya retorika ancaman dari Teheran, peta konflik geopolitik di Timur Tengah terancam memasuki fase baru yang tidak hanya melibatkan kekuatan militer, tetapi juga menyasar stabilitas ekonomi internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *