Redaksintb.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan menjadi sorotan publik setelah nekat menerobos jalan beton (cor) yang kondisinya masih basah dan dalam proses pengerjaan. Pengakuan dari oknum ASN tersebut akhirnya terungkap setelah video aksinya viral dan memicu berbagai reaksi geram dari netizen.
Aksi nekat itu terekam oleh kamera warga dan pekerja proyek di lokasi pengerjaan jalan. Dalam rekaman tersebut, sepeda motor yang dikendarai oknum ASN menerobos area perbaikan jalan yang jelas-jelas masih ditutup, sehingga meninggalkan bekas jejak roda yang merusak permukaan beton basah.
Saat dimintai klarifikasi, ASN yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan mengungkapkan alasannya nekat melintas. Ia berkali-kali menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian serta tindakan kurang bijak yang dilakukannya di lokasi perbaikan infrastruktur jalan tersebut.
Dalam pengakuannya, ia berdalih terburu-buru demi mengejar jam kerja dan tidak menyadari bahwa lapisan semen cor di jalur yang dilaluinya belum mengering sempurna. Ia juga mengaku mengira jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua.
Tindakan tak terpuji itu sempat memicu emosi para pekerja proyek yang berada di lokasi. Sebab, kerusakan permukaan cor beton tersebut memaksa para pekerja untuk melakukan perataan ulang (finishing) dan memperbaiki struktur jalan yang rusak dari awal.
Pihak dinas terkait beserta instansi tempat ASN tersebut bertugas langsung mengambil langkah responsif atas kejadian ini. Pimpinan instansi telah memanggil oknum pegawai tersebut guna dimintai keterangan secara resmi dan memberikan pembinaan disiplin.
Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para aparatur negara, untuk senantiasa menunjukkan contoh kepatuhan yang baik di ruang publik. Pengendara diminta untuk lebih bersabar dan mematuhi rambu-rambu petunjuk penutupan jalan demi kelancaran pembangunan fasilitas umum.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi publik agar senantiasa menghargai proses pembangunan fasilitas jalan raya. Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur alternatif yang sedang dirawat demi keselamatan serta ketahanan hasil pembangunan infrastruktur daerah.


Komentar