Berita NTB
Beranda / NTB / Modernisasi Transaksi Parkir: Pemkot Mataram bakal Sablon Kode QRIS di Rompi Jukir dan Uji Coba e-Money

Modernisasi Transaksi Parkir: Pemkot Mataram bakal Sablon Kode QRIS di Rompi Jukir dan Uji Coba e-Money

Redaksintb.com – Kebiasaan warga Kota Mataram bertransaksi retribusi parkir menggunakan uang tunai bakal segera bergeser ke sistem nontunai yang lebih praktis. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kini tengah mematangkan inovasi pembayaran digital, salah satunya dengan memanfaatkan rompi khusus yang dikenakan langsung oleh para juru parkir (jukir).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengonfirmasi bahwa penataan transaksi parkir di tepi jalan umum ini merupakan bagian dari strategi baru pemkot pascastudi tiru ke Kota Surabaya pada awal Agustus lalu. Kebijakan ini diambil untuk mendorong efisiensi dan transparansi penerimaan retribusi daerah.

Alwan menjelaskan bahwa penggunaan papan atau kalungan kode QRIS di leher jukir selama ini dinilai kurang praktis dan mengganggu kenyamanan proses transaksi pengendara. Sebagai solusinya, kode QRIS nantinya akan disablon secara khusus pada rompi resmi jukir sesuai dengan identitas dan registrasi titik lokasi parkir masing-masing.

Selain memperbarui atribut rompi jukir, Pemkot Mataram juga merancang opsi pembayaran prabayar menggunakan kartu uang elektronik (e-money). Kartu ini diproyeksikan menjadi alternatif utama bagi warga yang ingin bertransaksi cepat di jalanan tanpa perlu repot mengeluarkan ponsel atau menunggu uang kembalian.

Sebagai langkah awal sebelum diluncurkan secara masif ke masyarakat umum, pemkot akan menguji coba skema pembayaran e-money ini kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Mataram. Kartu e-money tersebut dapat dibeli melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk kemudian ditempelkan pada perangkat pemindai yang dipegang petugas parkir.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Saat ini, kolaborasi antardinas meliputi BKD, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Diskominfo Kota Mataram tengah mematangkan penyediaan perangkat pemindai (scanner) serta regulasi teknis pendukung. Pemkot menargetkan operasional rompi jukir bertanda QRIS dan uji coba e-money ini dapat terlaksana pada akhir triwulan ketiga 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, optimistis bahwa transformasi transaksi retribusi berbasis digital ini akan memudahkan pengguna jalan sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan daerah. Pihaknya memastikan seluruh sarana pendukung akan disiapkan secara matang sebelum sistem ini diterapkan penuh di lapangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *