Berita Nasional
Beranda / Nasional / Kebakaran Lahan di Semeru Capai 598 Hektare, BPBD Ungkap Kendala Pemadaman

Kebakaran Lahan di Semeru Capai 598 Hektare, BPBD Ungkap Kendala Pemadaman

Redaksintb.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, mencatatkan dampak yang semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat areal lahan yang terdampak kobaran api kini telah mencapai sedikitnya 598 hektare.

Luasan lahan yang terbakar meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir akibat kondisi vegetasi yang kering di musim kemarau. Hembusan angin kencang di kawasan dataran tinggi turut mempercepat penyebaran titik api ke berbagai sudut lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Tim gabungan dari BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), relawan, serta aparat TNI-Polri terus melakukan penanganan di lapangan. Kendati demikian, upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala berat akibat medan geografis yang terjal serta tebing-tebing curam yang sulit dijangkau oleh petugas.

Lokasi titik api yang berada di ketinggian dan sudut terisolasi membatasi pergerakan personil darat secara manual. Ketiadaan akses jalan serta minimnya sumber air di dekat titik kebakaran membuat pemadaman jalur darat membutuhkan waktu dan energi ekstra.

Selain faktor topografi yang ekstrem, kondisi cuaca dan hembusan angin yang tidak menentu kerap membahayakan keselamatan para petugas di lapangan. Kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan lereng juga mengurangi jarak pandang dan mempersulit pemantauan pergerakan api secara langsung.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Guna mengoptimalkan proses pemadaman di area yang tidak terjangkau darat, opsi penanganan udara seperti pemadaman helikopter water bombing dikerahkan. Namun, efektivitas penanganan dari udara ini juga sangat bergantung pada stabilitas cuaca dan ketejalan kabut di sekitar puncak gunung.

Dampak dari peristiwa kebakaran ini memaksa pihak otoritas untuk menutup sementara aktivitas pendakian demi keselamatan para pengunjung. Penutupan dilakukan guna memfokuskan seluruh daya dan sarana pada upaya lokalisir titik api agar tidak terus meluas mendekati kawasan ekosistem penting lainnya.

BPBD mengimbau masyarakat sekitar dan para relawan untuk tetap waspada serta berkoordinasi erat dengan petugas penanggulangan bencana. Pihak berwenang berjanji akan terus memperketat pengawasan di kawasan rawan guna mengantisipasi munculnya titik api baru di lereng Semeru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *