Berita Nasional
Beranda / Nasional / Korban Keracunan Diduga MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Melonjak Jadi 500 Santri

Korban Keracunan Diduga MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Melonjak Jadi 500 Santri

Redaksintb.com – Kasus dugaan keracunan makanan pasca-konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, terus meluas. Jumlah santri yang mengalami gejala gangguan pencernaan dan keracunan dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai 500 orang.

Lonjakan jumlah korban tersebut terjadi setelah ratusan santri secara bertahap mengeluhkan gejala medis yang sama. Peningkatan angka kasus ini membuat pihak pesantren dan petugas medis setempat harus bekerja ekstra keras dalam menangani serta mengidentifikasi seluruh santri yang terdampak.

Sebagian besar santri yang mengalami keracunan menunjukkan gejala klinis seperti mual, muntah, pusing, hingga diare parah. Kondisi fisik yang mendadak drop usai mengonsumsi hidangan makanan membuat suasana di lingkungan pondok pesantren sempat mengalami kepanikan.

Guna menampung dan menangani ratusan korban yang berjatuhan, posko kesehatan darurat langsung didirikan di area pondok pesantren. Selain itu, belasan hingga puluhan santri yang mengalami gejala sedang hingga berat terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para santri. Sampel-sampel hidangan dari program MBG tersebut saat ini telah dibawa ke laboratorium untuk diuji secara medis guna memastikan kandungan atau zat penyebab keracunan massal ini.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Pihak kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan mendalam terkait alur penyediaan, pengolahan, hingga distribusi makanan tersebut kepada para santri. Sejumlah saksi dari pihak pengelola dapur, penyedia makanan, hingga pengurus pesantren turut dipanggil untuk dimintai keterangan resmi.

Kejadian ini menyedot perhatian publik serta jajaran pemerintah daerah setempat mengingat program MBG menyasar keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah. Pemerintah daerah berjanji akan mengusut tuntas penyebab kejadian ini dan mengevaluasi secara menyeluruh standar operasional prosedur penyediaan makanan.

Saat ini, fokus utama tim medis gabungan ditujukan pada pemulihan kondisi kesehatan seluruh santri yang terdampak serta pemantauan ketat di lingkungan pesantren. Pihak berwenang mengimbau keluarga santri untuk tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi keluar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *