Berita Internasional
Beranda / Internasional / Diterjang Kemarau Parah, Warga Sri Lanka Rela Gali Dasar Sungai Kering Demi Setetes Air

Diterjang Kemarau Parah, Warga Sri Lanka Rela Gali Dasar Sungai Kering Demi Setetes Air

Redaksintb.com – Gelombang kemarau parah yang melanda sejumlah wilayah di Sri Lanka memicu krisis air bersih yang makin memprihatinkan. Fenomena iklim ekstrem ini menyebabkan sumber-sumber air utama menyusut drastis, hingga memaksa warga lokal melakukan berbagai cara darurat demi memenuhi kebutuhan harian.

Kondisi paling parah terlihat di daerah-daerah pedalaman, di mana sungai-sungai yang biasanya mengalir deras kini berubah menjadi daratan tanah retak dan mengering. Hilangnya aliran air permukaan ini memutus akses utama masyarakat terhadap pasokan air bersih untuk konsumsi, memasak, dan sanitasi.

Demi bertahan hidup, warga desa terpaksa turun ke dasar sungai yang telah mengering untuk menggali lubang-lubang tanah secara manual. Menggunakan alat seadanya seperti cangkul dan ember, mereka mengeduk tanah hingga kedalaman tertentu untuk mencari rembesan air tanah yang tersisa.

Proses pencarian air di dasar sungai ini membutuhkan perjuangan ekstra dan waktu yang tidak sedikit. Warga harus bersabar menunggu hingga lubang galian buatan tersebut perlahan terisi oleh genangan air keruh yang merembes dari balik lapisan pasir dan bebatuan dasar sungai.

Air keruh hasil galian tersebut kemudian diendapkan dan disaring secara tradisional sebelum digunakan. Walaupun kualitas air jauh dari standar kesehatan, masyarakat tidak memiliki pilihan lain di tengah tiadanya alternatif sumber air bersih di sekitar pemukiman mereka.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Krisis kekeringan ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan domestik rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian dan peternakan warga lokal. Sawah-sawah warga mengalami gagal panen, sementara hewan ternak mulai kekurangan pasokan air minum dan pakan hijau.

Pemerintah daerah dan sejumlah lembaga kemanusiaan terus didesak untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih menggunakan armada truk tangki ke wilayah-wilayah terisolasi. Namun, terbatasnya armada dan luasnya cakupan wilayah terdampak membuat bantuan belum merata sepenuhnya.

Fenomena kemarau panjang di Sri Lanka ini menjadi pengingat nyata atas meningkatnya ancaman perubahan iklim global. Warga berharap hujan segera turun agar aliran sungai kembali normal dan menyudahi penderitaan mereka dari ancaman kekeringan yang berkepanjangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *