Berita Nasional
Beranda / Nasional / Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan Hebohkan Warga, BMKG Ungkap Penyebabnya

Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan Hebohkan Warga, BMKG Ungkap Penyebabnya

Redaksintb.com – Penampakan matahari berwarna merah pekat di langit Kota Medan sempat menghebohkan warga dan tular di media sosial. Fenomena tak biasa tersebut memicu rasa penasaran masyarakat yang melihat pemandangan langit terlihat berbeda dari biasanya, khususnya saat posisi matahari masih rendah.

Merespons kehebohan tersebut, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I merilis penjelasan ilmiah untuk menenangkan warga. BMKG mengonfirmasi bahwa penampakan matahari berwarna merah pekat tersebut merupakan efek optik atmosfer dan bukan disebabkan oleh perubahan fisik pada matahari itu sendiri.

Penyebab utama fenomena ini adalah tingginya konsentrasi partikel mikroskopis di atmosfer, seperti aerosol, debu, asap, serta keberadaan partikel kabur (haze). Ketika sinar matahari menembus lapisan udara yang kaya akan partikel tersebut, terjadi proses pembiasan dan hamburan cahaya yang menyaring spektrum gelombang pendek.

Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti warna biru dan hijau mengalami hamburan lebih kuat. Sebaliknya, gelombang cahaya yang lebih panjang—seperti merah dan jingga—mampu menembus partikel udara dan akhirnya sampai ke mata manusia, sehingga membuat bulatan matahari tampak berwarna merah menyala.

BMKG menambahkan bahwa efek optik atmosfer ini akan terlihat semakin jelas ketika posisi matahari masih berada di kedudukan rendah, yakni pada waktu pagi hari maupun menjelang matahari terbenam. Pada posisi tersebut, lintasan cahaya matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi menjadi jauh lebih panjang dibanding saat siang hari.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Menanggapi berbagai spekulasi di tengah masyarakat, BMKG mengimbau warga Kota Medan agar tidak panik menghadapi penampakan alam ini. Fenomena tersebut merupakan peristiwa meteorologis murni yang lumrah terjadi saat kondisi kerapatan partikel di udara mengalami peningkatan.

Kendati demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kualitas udara dan menjaga kesehatan pernapasan apabila kondisi udara di sekitar lingkungan terlihat berkabut atau tercemar debu dan asap.

Dengan adanya klarifikasi resmi dari BMKG, warga diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial mengenai fenomena matahari merah tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *