Berita Nasional
Beranda / Nasional / Memasuki Hari Ketujuh: Tim SAR Gabungan Perluas Radius Pencarian 8 Korban Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Memasuki Hari Ketujuh: Tim SAR Gabungan Perluas Radius Pencarian 8 Korban Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Redaksintb.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi memasuki hari ketujuh. Hingga Senin (14/9), Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan seluruh potensi pertolongan dengan menyisir kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga wilayah perairan Banten dan Lampung.

Guna mengoptimalkan penyisiran di tengah luasnya lautan, cakupan area pencarian kini diperluas secara signifikan hingga mencapai 6.649 mil laut persegi (nautical miles square). Langkah percepatan ini diambil setelah menyelaraskan analisis pola arus laut serta pergerakan angin guna mengantisipasi kemungkinan keberadaan para korban yang terbawa arus jauh dari titik hilang kontak awal.

Pencarian pada hari ketujuh ini mengerahkan skema pertolongan terpadu yang memadukan unsur kekuatan jalur laut, udara, dan pemantauan darat. Sebanyak 18 unit armada kapal berbagai tipe—termasuk Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, kapal patroli Basarnas, KRI milik TNI AL, hingga perahu nelayan lokal—diterjunkan untuk membagi sektor penyisiran di perairan lepas.

Selain armada laut, penyisiran udara yang sempat terkendala cuaca buruk pada hari sebelumnya kini kembali diaktifkan secara intensif. Tim SAR menerjunkan helikopter Basarnas serta armada drone thermal canggih guna memindai permukaan air laut dari udara, guna mendeteksi keberadaan objek visual atau tanda-tanda kehayatan sekecil apa pun di tengah gelombang.

Fokus titik koordinat pencarian dibagi menjadi tujuh sektor strategis yang mencakup perairan di sekeliling Gunung Anak Krakatau, Pulau Sangiang, Pulau Panaitan, hingga wilayah Teluk Semangka dan Teluk Belimbing. Pembagian wilayah ini bertujuan agar setiap jengkal perairan yang berpotensi menjadi jalur lintasan korban dapat terpantau secara presisi dan menyeluruh.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Dalam operasi penyisiran beberapa hari sebelumnya, tim gabungan sempat menemukan sejumlah barang yang diduga kuat terkait dengan perjalanan rombongan speedboat tersebut. Benda-benda yang berhasil dievakuasi di antaranya berupa tiga buah pelampung keselamatan (life jacket), terpal, serta jeriken yang hingga saat ini masih terus diverifikasi oleh tim identifikasi.

Musibah ini bermula ketika lima jurnalis bersama tiga awak kapal—terdiri dari nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan pemandu—bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Namun dalam perjalanannya, rombongan kapal berukuran kecil tersebut mendadak hilang kontak di tengah cuaca buruk yang menerpa perairan Selat Sunda.

Mengingat operasi SAR reguler secara standar berlangsung selama tujuh hari, evaluasi menyeluruh bersama seluruh unsur gabungan dan pihak keluarga terus dilakukan di Posko SAR Utama Carita. Tim SAR Gabungan menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan upaya pencarian dengan mengoptimalkan penyisiran di lapangan demi membawa kepastian bagi keluarga para korban.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *