Berita Hukum & Kriminal
Beranda / Hukum & Kriminal / Tragedi Berdarah di Legian: WNA Asal Australia Diduga Bunuh Dua Anaknya Sebelum Gantung Diri

Tragedi Berdarah di Legian: WNA Asal Australia Diduga Bunuh Dua Anaknya Sebelum Gantung Diri

Redaksintb.com – Kawasan pariwisata Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga warga negara asing (WNA). Seorang pria berkewarganegaraan Australia ditemukan tewas gantung diri di dalam area penginapan, setelah diduga kuat terlebih dahulu menghabisi nyawa dua anak kandungnya yang masih balita.

Jasad ketiga korban pertama kali ditemukan oleh staf penginapan serta saksi sekitar pada Senin (14/9) pagi. Penemuan bermula dari kecurigaan pengelola tempat menginap lantaran korban tidak kunjung keluar kamar dan tidak merespons panggilan, hingga akhirnya saksi memutuskan untuk memeriksa paksa area dalam penginapan tersebut.

Saat berhasil memasuki lokasi, saksi mendapati pemandangan yang sangat memilukan di mana dua anak kecil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur. Sementara itu, sang ayah ditemukan tewas tergantung di area terpisah dalam lingkungan penginapan yang sama dengan indikasi awal tindakan mengakhiri hidup.

Aparat kepolisian dari Polsek Kuta bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Denpasar langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian begitu menerima laporan. Petugas segera memasang garis polisi di sekeliling area vila/penginapan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan olah TKP secara mendalam dan steril.

Dari hasil olah TKP sementara, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan kuat tindak pidana pembunuhan yang dilanjutkan dengan aksi bunuh diri (murder-suicide). Kendati demikian, pihak kepolisian belum merinci secara terbuka metode atau alat yang digunakan pelaku untuk merenggut nyawa kedua anak balitanya tersebut.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Ketiga jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk menjalani pemeriksaan luar dan autopsi medis. Langkah autopsi ini penting dilakukan guna menentukan penyebab pasti kematian serta mengonfirmasi estimasi waktu meninggalnya para korban.

Kepolisian Polda Bali bersama Polresta Denpasar kini tengah berkoordinasi intensif dengan Konsulat Jenderal Australia di Denpasar. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi resmi kepada pihak keluarga besar korban di Australia serta mengurus administrasi penanganan jenazah antarnegara.

Hingga saat ini, penyidik kepolisian masih terus menggali keterangan dari para saksi, pengelola penginapan, serta mengumpulkan rekam jejak aktivitas korban sebelum insiden berdarah ini terjadi. Motif di balik aksi nekat sang ayah hingga tega mengakhiri nyawa buah hatinya masih menjadi fokus utama dalam penyelidikan maraton pihak berwajib.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *