Redaksintb.com – Seorang penumpang wanita yang sebelumnya sempat viral di media sosial akibat aksi meresahkan seperti marah-marah dan menghirup kamper (kapur barus) di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL), kembali menjadi sorotan publik. Meski telah dimasukkan ke dalam daftar pemblokiran (blacklist) oleh pihak pengelola, wanita tersebut nekat kembali naik armada Commuter Line sebelum akhirnya dicegat dan diturunkan memaksa oleh petugas pengamanan di Stasiun Cawang, Jakarta Timur.
Insiden penindakan tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah rekaman video momen dramatis saat petugas mengamankan penumpang wanita tersebut beredar luas. Dalam rekaman yang diunggah para pengguna KRL, tampak sejumlah petugas pengamanan dalam kereta (walka) mendatangi dan memosisikan diri di sekitar wanita yang dilaporkan kembali memicu ketidaknyamanan bagi penumpang lain.
Proses penanganan di dalam gerbong sempat diwarnai penolakan dari wanita tersebut. Ia terlihat mengeluh dan enggan diturunkan, bahkan sempat melayangkan adu mulut saat petugas mencoba memintanya berdiri serta membawa barang bawaannya keluar dari kereta secara kooperatif. Namun, demi menjaga keamanan dan ketertiban perjalanan, petugas pengamanan mengambil langkah tegas namun persuasif dengan mengawalnya secara langsung hingga turun di peron Stasiun Cawang.
Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) membenarkan adanya peristiwa penindakan kembali terhadap penumpang yang bersangkutan. KCI menjelaskan bahwa langkah pengamanan dan penurunan penumpang tersebut merupakan respons cepat petugas pengamanan kereta (PAM Walka) setelah menerima aduan dan laporan langsung dari para pengguna KRL yang merasa terganggu dengan keberadaan wanita tersebut.
Sebelumnya, nama wanita tersebut menjadi perbincangan hangat di jagat maya lantaran perilaku eksentrik dan agresifnya di dalam gerbong KRL rute Manggarai-Bogor. Selain mengganggu penumpang lain dengan cara menepuk-nepuk badan orang yang sedang tertidur serta menyebarkan makanan hingga berantakan, ia juga terekam kamera memegang dan menghirup aroma kapur barus secara terang-terangan sembari mengejek penumpang di sekitarnya.
Aksi yang berulang dan dinilai berpotensi membahayakan serta merugikan kenyamanan publik tersebut sebelumnya telah mendorong KCI untuk mengambil tindakan berani. Operator moda transportasi rel Jabodetabek itu memanfaatkan teknologi CCTV Analytic berbasis pengenalan wajah guna memasukkan identitas fisik wanita tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) penumpangnya.
Namun, keberhasilan penumpang berstatus blacklist tersebut menembus area stasiun dan kembali masuk ke gerbong KRL sempat memicu pertanyaan netizen terkait efektivitas pemblokiran di lapangan. Pihak manajemen menegaskan bahwa keberadaan petugas yang berpatroli secara intensif di atas kereta menjadi benteng keamanan tambahan dalam menyisir dan menindak pelanggar aturan yang lolos dari pantauan awal.
KAI Commuter menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dan para pengguna yang langsung melaporkan kejadian abnormal di atas kereta. Pihaknya imbau seluruh pengguna Commuter Line agar senantiasa mematuhi regulasi tata tertib perjalanan serta tak ragu memanfaatkan saluran aduan resmi demi menjaga iklim transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua pihak.


Komentar