Berita Nasional
Beranda / Nasional / Korban Pelecehan Modus Konten ‘Boneka’ di Jalan Tunjungan Mulai Bermunculan

Korban Pelecehan Modus Konten ‘Boneka’ di Jalan Tunjungan Mulai Bermunculan

Redaksintb.com – Kasus dugaan pelecehan seksual dengan modus pembuatan konten komedi memakai kostum boneka di kawasan wisata ikonik Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, kini memasuki babak baru. Setelah satu korban memberanikan diri bersuara di media sosial, korban-korban lain dengan pengalaman serupa kini mulai bermunculan dan mengungkap kejadian yang mereka alami.

Modus yang digunakan pelaku terbilang terselubung dan memanfaatkan keramaian pusat destinasi wisata malam. Pelaku mengenakan kostum boneka maskot lucu untuk menarik perhatian pengunjung, terutama perempuan dan anak muda, kemudian berpura-pura mengajak berfoto bersama atau membuat konten video interaktif.

Namun di balik ramahnya karakter boneka tersebut, pelaku diduga memanfaatkan posisi fisik yang tertutup kostum untuk melakukan tindakan tidak pantas. Korban mengaku mengalami kontak fisik tanpa persetujuan (unconsensual touch), seperti merangkul terlalu erat hingga menyentuh area sensitif saat sesi foto berlangsung.

Awalnya, para korban ragu untuk melapor karena menganggap tindakan tersebut hanya ketidaksengajaan atau bagian dari gimik kostum. Namun, setelah unggahan salah satu korban menjadi viral di media sosial dan mendapat respons masif, korban-korban lain menyadari bahwa aksi tersebut merupakan pola berulang yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum pengamen/kreator kostum tersebut.

Kemunculan pengakuan para korban memicu gelombang desakan publik agar aparat kepolisian serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya segera turun tangan. Warganet dan komunitas lokal meminta adanya penertiban serta penindakan hukum tegas terhadap oknum penampil jalanan yang memanfaatkan kostum untuk menyamarkan aksi kejahatan seksual.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Pihak kepolisian mengimbau para korban untuk tidak ragu membuat laporan resmi guna memperkuat proses penyelidikan dan penindakan hukum. Laporan resmi dari para korban sangat krusial agar penyidik memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengamankan dan memproses terduga pelaku.

Selain itu, Pemkot Surabaya diharapkan dapat memperketat pengawasan dan verifikasi terhadap para penampil jalanan maupun penyedia jasa foto kostum di sepanjang Jalan Tunjungan. Langkah penataan dan pengawasan ketat dinilai penting demi mengembalikan rasa aman dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan bersejarah tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *