Redaksintb.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas membantah tuduhan dari intelijen Amerika Serikat mengenai keterlibatan Tehran dalam dugaan konspirasi pembunuhan mantan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di sela-sela wawancaranya saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak pernah memiliki niat maupun rencana untuk mengeksekusi plot pembunuhan terhadap Trump atau tokoh politik AS mana pun. Menurutnya, klaim yang dihembuskan pihak intelijen AS tersebut tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk memperkeruh ketegangan antara kedua negara.
Tuduhan ini sebelumnya mengemuka setelah badan intelijen dan penegak hukum AS mengklaim mengantongi informasi intelijen terkait potensi ancaman pembunuhan dari pihak asing yang menargetkan Trump. Pihak AS mengaitkan ancaman tersebut dengan upaya balas dendam Iran atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani pada Januari 2020 silam.
Namun, Pezeshkian mengklarifikasi bahwa meskpun Iran tetap menuntut keadilan hukum internasional atas tewasnya Qasem Soleimani, jalur yang ditempuh pemerintahannya adalah mekanisme hukum dan peradilan, bukan melalui tindakan kriminal atau pembunuhan rahasia.
Ia menambahkan bahwa tuduhan semacam ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu sentimen anti-Iran di ranah internasional. Pezeshkian meminta publik global untuk memilah fakta secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Iran tersebut kembali menekankan pentingnya diplomasi dan kesetaraan dalam hubungan internasional. Ia menyebut bahwa konflik yang berkepanjangan hanya akan merugikan stabilitas kawasan Timur Tengah dan perdamaian dunia.
Penegasan Pezeshkian ini menjadi respons resmi tingkat tinggi pertama dari pemerintah Iran guna meredam spekulasi panas yang beredar di media massa internasional terkait isu keamanan calon presiden AS tersebut.
Iran berharap isu spekulatif ini tidak mengalihkan perhatian dunia dari agenda kemanusiaan dan diplomasinya, seraya menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi norma-norma hukum internasional yang berlaku.


Komentar