Rredaksintb.com – Jalur pendakian dan aktivitas wisata di kawasan Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditutup sementara untuk umum. Langkah krusial ini diambil guna mengantisipasi potensi bahaya keselamatan pengunjung akibat munculnya fenomena blue fire (api biru) serta peningkatan konsentrasi gas vulkanik di area kawah.
Penutupan sementara kawasan konservasi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak pengelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan PT Asri Indah Lestari (AIL) selaku pengelola TWA Gunung Papandayan. Keputusan tersebut berpatokan pada rekomendasi teknis serta hasil pemantauan intensif aktivitas vulkanik.
Munculnya fenomena blue fire di sekitar kawah aktif mengindikasikan adanya pelepasan gas sulfur/belerang berkonsentrasi tinggi yang keluar dari perut bumi dengan suhu sangat panas. Kondisi gas beracun tersebut sangat membahayakan sistem pernapasan manusia jika terhirup langsung dalam jarak dekat.
Guna mencegah pengunjung nekat menerobos, pihak pengelola bersama petugas gabungan telah memasang barikade, papan imbauan, serta memperketat penjagaan di pintu masuk pos pendakian awal. Area risikonya dikosongkan total dari aktivitas pendaki, wisatawan harian, maupun pedagang.
BBKSDA Jawa Barat mengimbau para wisatawan dan komunitas pendaki untuk menunda rencana kunjungan ke Gunung Papandayan hingga status keamanan lokasi dinyatakan kembali normal oleh pihak berwenang.
Sementara itu, tim pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pengukuran kadar gas dan konsentrasi seismik secara berkala di sekitar kompleks kawah Papandayan.
Langkah responsif dan antisipatif ini diambil sebagai bentuk komitmen keselamatan jiwa (safety first) guna menghindari tragedi gas beracun yang dapat mengancam jiwa para wisatawan.
Evaluasi kelayakan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Papandayan akan terus diperbarui secara berkala menyesuaikan dengan penurunan aktivitas pelepasan gas vulkanik di lapangan.


Komentar