Berita Nasional
Beranda / Nasional / Viral Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual, Fakultas Teknik UGM Buka Suara

Viral Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual, Fakultas Teknik UGM Buka Suara

Redaksintb.com – Pihak Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait hebohnya isu dugaan pelecehan seksual di media sosial. Kasus tersebut mencuat setelah beredarnya tangkapan layar dari sebuah grup percakapan berbasis aplikasi obrolan yang memuat konten tidak pantas dan merendahkan.

Media sosial sebelumnya diramaikan oleh unggahan yang membongkar keberadaan grup percakapan di mana sejumlah mahasiswa diduga membagikan foto-foto serta narasi bernada pelecehan seksual. Foto-foto yang disebarkan dalam grup tersebut menyasar beberapa mahasiswi di lingkungan kampus.

Menanggapi kabar viral yang memicu kecaman publik tersebut, Pimpinan Fakultas Teknik UGM mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran etik dan indikasi pelecehan seksual tersebut. Pihak fakultas menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan akademis.

Sebagai bentuk tindak lanjut cepat, pihak fakultas bersama unit terkait di UGM langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi dan penelusuran secara mendalam. Proses pengumpulan bukti serta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat tengah dilakukan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Guna menjaga independensi dan profesionalisme, UGM berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UGM. Satgas ini bertugas menangani laporan sesuai dengan prosedur serta regulasi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi yang berlaku.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Selain fokus pada penanganan terduga pelaku, pihak kampus juga memberikan perhatian serius terhadap pendampingan korban. Pihak UGM berkomitmen untuk memberikan perlindungan, bantuan psikologis, serta ruang aman bagi para mahasiswi yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Langkah tegas dipastikan akan diambil oleh kampus apabila para terduga pelaku terbukti melakukan pelanggaran etik berat atau tindakan kekerasan seksual. Sanksi yang disiapkan berpedoman pada aturan tata perilaku mahasiswa serta peraturan perundang-undangan mengenai penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Kasus ini menjadi momentum penting bagi UGM dan dunia pendidikan tinggi untuk terus memperketat pengawasan serta mengedukasi sivitas akademika mengenai etika berdigital. Kampus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *