Redaksintb.com – Momen haru dan penuh duka menyelimuti prosesi pemakaman Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad. Dalam kondisi kesehatan yang rentan dan harus mengenakan selang oksigen, air mata tokoh senior Malaysia berusia 101 tahun tersebut tak kuasa membendung kesedihan mendalam saat mengantarkan sang istri tercinta ke peraduan terakhirnya.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh khidmat di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh jajaran keluarga besar, kerabat dekat, serta sejumlah pejabat tinggi negara. Kehadiran Mahathir di pemakaman menjadi pusat perhatian dan mengundang rasa simpati mendalam dari masyarakat luas yang menyaksikan keteguhan hatinya.
Meskipun fisiknya tampak lemah dan harus dibantu alat pernapasan, Mahathir tetap bertahan mengiringi jenazah pendamping hidupnya hingga ke tepi liang lahad. Pasangan suami istri yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama lebih dari enam dekade ini dikenal sangat harmonis dan selalu saling mendukung dalam dinamika sejarah politik Malaysia.
Isak tangis Mahathir pecah saat doa pemberkatan dilantunkan di lokasi pemakaman. Beberapa kali ia terlihat mengusap air matanya saat tanah perlahan menutupi jenazah sang istri yang selama puluhan tahun setia mendampingi perjalanan hidupnya, baik dalam suka maupun duka.
Tun Dr. Siti Hasmah menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan medis. Sosoknya semasa hidup dikenal luas oleh rakyat Malaysia sebagai sosok Ibu Negara yang lembut, penuh kasih sayang, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah tokoh nasional dan pemimpin negara tetangga turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Siti Hasmah. Kepergian beliau dinilai sebagai kehilangan besar bagi bangsa Malaysia yang mengenalnya sebagai figur perempuan yang anggun dan bersahaja.
Masyarakat Malaysia membanjiri media sosial dengan doa dan ucapan duka cita untuk menguatkan Mahathir beserta keluarga yang ditinggalkan. Ketegaran Mahathir yang hadir langsung di pemakaman meski dalam kondisi fisik yang lemah menjadi simbol cinta sejati yang menyentuh hati publik.
Prosesi pemakaman yang penuh haru ini menjadi penghormatan terakhir bagi Tun Dr. Siti Hasmah. Kenangan akan kebaikan dan pengabdian beliau semasa hidup akan terus dikenang oleh keluarga serta seluruh rakyat Malaysia.


Komentar