Berita NTB
Beranda / NTB / BPJS Ketenagakerjaan Lotim Dorong Perlindungan Pekerja, Bupati Wajibkan Petugas Dapur MBG Terdaftar

BPJS Ketenagakerjaan Lotim Dorong Perlindungan Pekerja, Bupati Wajibkan Petugas Dapur MBG Terdaftar

Redaksintb.com Kepala – Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur (Lotim), Muhammad Yohan Firmansyah, terus mendorong seluruh pekerja di wilayah Lotim untuk membentengi diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Langkah ini krusial guna memberikan perlindungan maksimal saat pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

Yohan menekankan bahwa keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan tak boleh dipandang sebatas kewajiban membayar iuran bulanan, melainkan investasi perlindungan jangka panjang. Nilai manfaat santunan yang diterima peserta jauh melebihi besaran iuran yang disetorkan setiap bulannya.

Hingga saat ini, kesadaran masyarakat Lotim untuk terlindungi jaminan sosial menunjukkan tren positif. Tercatat sebanyak 194.052 pekerja di Lombok Timur telah terdaftar sebagai peserta aktif. Angka ini dicapai berkat sinergi berkelanjutan antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai bukti nyata hadirnya negara, BPJS Ketenagakerjaan Lotim mencatat telah mengucurkan klaim pembayaran manfaat senilai Rp31 miliar. Alokasi dana tersebut disalurkan untuk menyelesaikan sebanyak 2.912 kasus klaim perlindungan pekerja di wilayah Lombok Timur.

Kendati kepesertaan sudah menembus angka 194 ribu orang, perluasan jangkauan program masih harus dipacu. Potensi angkatan kerja di Lotim yang terbilang sangat besar menandakan masih banyak pekerja, khususnya di sektor informal, yang belum tersentuh jaminan keselamatan kerja.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memberikan dukungan penuh dan instruksi tegas. Seluruh elemen pekerja di Lotim—mulai dari buruh, pegawai, petani, hingga petugas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)—diwajibkan mengantongi perlindungan jaminan sosial.

Bupati Haerul secara khusus menyoroti risiko kerja tinggi yang dihadapi para petugas dapur MBG. Penggunaan peralatan memasak berskala besar dan tabung gas bertekanan tinggi di area dapur dinilai sangat rentan memicu kecelakaan kerja jika terjadi kegagalan sistem.

Guna memastikan instruksi tersebut berjalan di lapangan, Bupati memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim untuk segera menyisir seluruh dapur MBG. Langkah pendataan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada satu pun petugas dapur yang terlewat dari jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *