Berita Nasional
Beranda / Nasional / Erupsi Berkelanjutan Tambah 32,8 Hektare, Daratan Gunung Anak Krakatau Kini Lebih Luas Dibanding Sebelum 2018

Erupsi Berkelanjutan Tambah 32,8 Hektare, Daratan Gunung Anak Krakatau Kini Lebih Luas Dibanding Sebelum 2018

Redaksintb.com – Luas daratan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan kembali mengalami perluasan signifikan usai rentetan aktivitas erupsi intensif pada awal September 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat adanya penambahan endapan material vulkanik seluas 32,8 hektare, sehingga total luas daratan gunung api aktif tersebut kini mencapai 341,5 hektare.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan luar biasa, di mana ukuran tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini bahkan telah melampaui ukurannya sebelum mengalami erupsi hebat dan longsoran sektor barat daya pada Desember 2018 silam. Sebelum bencana keruntuhan yang sempat memicu gelombang tsunami di Banten dan Lampung itu terjadi, luas daratan gunung tercatat berada di angka sekitar 300 hektare, lalu sempat menyusut drastis menjadi tinggal 246,18 hektare per 26 Desember 2018.

PVMBG menjelaskan bahwa penyebab utama meluasnya daratan Gunung Anak Krakatau secara cepat disebabkan oleh akumulasi endapan material piroklastik serta lelehan lava yang keluar secara intensif. Khususnya pada periode erupsi menerus tanggal 4 hingga 6 September 2026, aktivitas magmatis memunculkan fenomena lava fountain (air mancur lava) dan aliran lava baru yang secara bertahap menumpuk di atas kawah pascakolaps.

Sejak transisi aktivitas dari tahun 2019 hingga 2026, tipe erupsi gunung didominasi oleh erupsi Strombolian, pelepasan gas, serta lelehan lava yang membeku saat bertemu dengan air laut. Proses pempadatan material cair dan lontaran batu pijar tersebut secara konsisten mengendap di pinggir pantai dan membentuk daratan-daratan baru di sekeliling puncaknya.

Dinamika pertumbuhan ini membuktikan bahwa fase rekonstruksi atau pembangunan kembali (rebuilding phase) tubuh Gunung Anak Krakatau berlangsung sangat agresif pasca-keruntuhan 2018. Suplai magma yang stabil dan berkelanjutan dari dalam perut bumi mendorong penumpukan volume daratan baru secara cepat di kawasan perairan Lampung Selatan tersebut.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Meskipun daratan gunung bertambah luas dan strukturnya makin membesar, tim ahli PVMBG mengingatkan bahwa karakteristik gunung api laut selalu dinamis. Perilaku Gunung Anak Krakatau dapat terus berubah mengikuti perkembangan kedalaman kawah, tekanan sistem magma, hingga interaksi dengan lingkungan perairan sekitarnya.

Oleh karena itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius aman yang telah ditetapkan guna mengantisipasi potensi lontaran material pijar maupun hempasan gelombang akibat erupsi yang masih berpeluang terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *