Berita Internasional
Beranda / Internasional / Gebrak Podium PBB, Macron Sindir Klaim Trump Soal Perdamaian Gaza

Gebrak Podium PBB, Macron Sindir Klaim Trump Soal Perdamaian Gaza

Redaksintb.com – Suasana Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York memanas saat Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidatonya. Dengan gestur emosional hingga menggebrak podium, Macron secara terbuka menyindir klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membanggakan keberhasilan mewujudkan perdamaian di kawasan Gaza.

Dalam pidatonya, Macron menepis narasi kemenangan diplomatik yang sebelumnya digembar-gemborkan oleh Trump di podium yang sama. Ia menegaskan bahwa klaim perdamaian tersebut tidak sejalan dengan realitas mengerikan yang dialami warga sipil di lapangan.

Macron menyoroti bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun koridor bantuan kemanusiaan yang berhasil dibuka kembali di wilayah Gaza. Menurutnya, situasi memprihatinkan tersebut merupakan sebuah tontonan tragis di tingkat global yang seharusnya membuat seluruh pemimpin dunia merasa malu.

Aksi emosional Macron terlihat jelas saat ia memukul podium dengan kepalan tangannya di hadapan para delegasi dunia. Ia mempertanyakan kredibilitas lembaga internasional dan negara-negara anggota jika hanya berdiam diri melihat krisis kemanusiaan yang terus berlarut-larut tanpa aksi nyata.

Presiden Prancis itu juga mengkritik narasi “perdamaian semu” yang diklaim oleh pihak tertentu tanpa memberikan dampak langsung bagi keselamatan warga sipil. Ia mengingatkan pentingnya pengakuan dan tindakan konkrit terhadap Palestina ketimbang sekadar retorika diplomatik di atas kertas.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Pernyataan keras Macron langsung memicu respons cepat dari Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, pasang badan membela kebijakan Donald Trump dan menyebut sang Presiden AS telah mengambil langkah nyata dalam mengakhiri konflik antara Israel dan Hamas.

Kelly mengklaim bahwa kepemimpinan Trump telah berhasil membebaskan para sandera, memulangkan jenazah korban perang, serta menjalankan Rencana 20 Poin untuk Perdamaian Gaza. Ia bahkan menyindir balik negara-negara lain, termasuk Prancis, yang dinilainya hanya bisa berbicara tanpa memberikan kontribusi nyata di lapangan.

Saling sindir antara Prancis dan Amerika Serikat di mimbar PBB ini semakin mempertegas lebarnya jurang perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota terkait penanganan krisis Gaza dan masa depan stabilitas di Timur Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *