Redaksintb.com – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kian masif hingga memicu krisis polusi udara lintas batas (transboundary haze). Kabut asap pekat yang menyelimuti Sarawak, Malaysia, sejak Agustus kini dilaporkan terus bergerak ke utara hingga menjangkau wilayah Filipina. Kondisi ini memaksa ASEAN mengaktifkan peringatan kabut asap lintas batas Level 3, yang merupakan tingkat kesiapsiagaan tertinggi di kawasan regional.
Kualitas udara di Sarawak telah berada pada kategori sangat berbahaya bagi kesehatan. Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) mencatat indeks polusi udara di enam wilayah melonjak melampaui angka 300, dengan rekor tertinggi di Serian (408) dan Kuching (407). Parahnya paparan asap membuat pemerintah setempat membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia di Sarawak serta mencatat lonjakan drastis kasus penderita asma hingga infeksi mata (konjungtivitis) di masyarakat.
Pergerakan kabut asap ke utara dipicu oleh angin muson barat daya (habagat) di tengah musim kemarau panjang. ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) bersama otoritas lingkungan Filipina (DENR-EMB) mendeteksi sebaran asap intensitas sedang hingga pekat meluas hingga Palawan, Panay, hingga Metro Manila. Sebagian besar stasiun pemantauan di ibu kota Filipina tersebut mencatatkan kualitas udara yang sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5.
Di dalam negeri, pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya pemadaman darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satgas Karhutla memfokuskan operasi pada titik-titik api aktif serta pendinginan lahan gambut, khususnya di Sumatera Selatan dan Kalimantan, guna mencegah api menjalar di bawah permukaan tanah. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan pentingnya penguatan Satgas Darat sebagai garda terdepan penanganan karhutla.
Di sisi lain, penanganan karhutla memicu perhatian serius dari jajaran pemerintah pusat. Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan agar penanganan bencana karhutla tidak lagi menggunakan pola lama yang bersifat konvensional dan berulang setiap tahun. Ia mendorong pemanfaatan kearifan lokal serta pengalaman masyarakat adat sebagai basis kebijakan konservasi hulu untuk mengatasi bencana lingkungan secara mendasar.
Menghadapi potensi pemburukan situasi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. Puncak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi sepanjang September ini menjadikan bulan tersebut sebagai fase krusial. Penguatan koordinasi antarlembaga dan pemadaman intensif terus diperketat guna menekan jumlah titik panas dan meminimalkan dampak kabut asap lanjutan.


Komentar