Redaksintb.com – Respons cepat terus mengalir pascamusibah kebakaran yang meluluhlantakkan Desa Wisata Sade. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, sekaligus menginstruksikan civitas akademika Poltekpar Lombok untuk langsung turun ke lokasi mendampingi masyarakat.
Kementerian Pariwisata memandang Desa Wisata Sade bukan sekadar destinasi unggulan, melainkan ruang hidup dan benteng terakhir kelestarian budaya Sasak. Menpar memastikan pihaknya akan mengawal penuh proses pemulihan dan rekonstruksi fisik kawasan bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat. Pembangunan kembali dipastikan tetap mempertahankan keaslian arsitektur tradisional, nilai kebudayaan, dan kearifan lokal.
Sementara itu, Kepala Disparekraf NTB, Ahmad Nur Aulia, menyampaikan bahwa musibah ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam dalam pengelolaan destinasi wisata budaya. Karakteristik bangunan adat dengan material yang mudah terbakar menuntut penataan kawasan ke depan untuk lebih memperhitungkan mitigasi risiko dan standar keselamatan (safety).
Meskipun terdapat potensi pengaruh terhadap angka kunjungan wisatawan ke Lombok, Pemprov NTB mengupayakan agar proses penataan dapat berjalan cepat dengan konsep yang lebih berkelanjutan. NTB juga memiliki beragam alternatif destinasi kampung adat lainnya untuk menyokong sektor pariwisata selama masa pemulihan berlangsung.
Namun demikian, Sade tetap memegang posisi vital sebagai pusat pelestarian tradisi Sasak, seperti tari Peresean, musik Gendang Beleq, hingga penyimpanan naskah kuno lontar. Rekonstruksi mendatang dirancang untuk mengembalikan fungsi fisik kawasan tanpa menghilangkan nilai sejarah dan identitas budaya yang melekat.
Proses pemulihan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran grup pembuat konten The Dudas-1 yang beranggotakan Raffi Ahmad, Ariel, Gading Marten, dan Desta bersama Nagita Slavina dan Rayyanza ke lokasi kejadian memberikan hiburan dan suntikan semangat moral bagi para korban terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung puing-puing permukiman pascakebakaran dan berdialog dengan warga setempat. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Raffi Ahmad menyerahkan bantuan dana secara simbolis sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mendesak dan tahap awal rekonstruksi wilayah adat.
Sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, masyarakat adat, serta kepedulian publik ini diharapkan dapat mempercepat kebangkitan Desa Adat Sade. Kawasan bersejarah tersebut ditargetkan dapat segera berdiri kembali sebagai warisan budaya Sasak yang tangguh dan aman bagi penghuni maupun wisatawan.


Komentar