Redaksintb.com – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat langkah pemberdayaan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Kemensos kini menyiapkan opsi jalur pelatihan keterampilan kerja khusus bagi para lulusan Sekolah Rakyat.
Langkah ini dihadirkan untuk memberikan kepastian masa depan serta membuka akses kesempatan kerja bagi para alumni. Kemensos ingin memastikan para lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keahlian praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Melalui jalur keterampilan ini, peserta akan dibekali berbagai pelatihan vokasi dan wirausaha yang disesuaikan dengan minat serta potensi daerah masing-masing. Pelatihan tersebut mencakup bidang pertukangan, tata boga, otomotif, kerajinan tangan, hingga keterampilan berbasis teknologi digital.
Program pelatihan keterampilan kerja ini direncanakan mengintegrasikan balai-balai pelatihan milik Kemensos serta bermitra dengan dunia usaha dan industri. Skema ini bertujuan agar para lulusan dapat langsung terserap di pasar kerja atau mampu membuka usaha mandiri.
Pihak Kemensos menegaskan bahwa pendampingan terhadap siswa Sekolah Rakyat tidak berhenti saat mereka menyelesaikan pendidikan formal dasar. Pemberdayaan secara komprehensif hingga tahap mandiri secara ekonomi menjadi fokus utama pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.
Langkah konkret ini mendapat respon positif dari berbagai pihak karena dinilai menjadi jawaban atas tantangan penyerapan tenaga kerja di tingkat bawah. Kurikulum berbasis praktis yang disiapkan diharapkan mampu meningkatkan daya saing para siswa lulusan Sekolah Rakyat.
Selain pelatihan teknis, para peserta nantinya juga akan dibekali dengan pendampingan manajemen usaha serta akses pemodalan awal bagi yang ingin berwirausaha. Langkah ini dirancang agar modal keterampilan yang didapat bisa berkembang secara berkelanjutan.
Dengan hadirnya opsi jalur keterampilan kerja ini, Kemensos optimistis para lulusan Sekolah Rakyat mampu tumbuh menjadi SDM mandiri dan produktif. Program ini diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.


Komentar