Berita NTB
Beranda / NTB / Kinerja Intermediasi Perbankan di NTB: Kredit Melambat, Kualitas Pembiayaan Menunjukkan Perbaikan

Kinerja Intermediasi Perbankan di NTB: Kredit Melambat, Kualitas Pembiayaan Menunjukkan Perbaikan

Redaksintb.com – Kinerja intermediasi perbankan di Nusa Tenggara Barat (NTB) per Juli 2026 menunjukkan dinamika yang variatif. Meskipun pertumbuhan penyaluran kredit secara umum tercatat melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, indikator likuiditas perbankan serta tingkat kualitas kredit justru menunjukkan sinyal perbaikan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menjelaskan bahwa likuiditas perbankan berdasarkan lokasi bank tercatat meningkat tipis. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) naik dari 151,33 persen pada triwulan II 2026 menjadi 151,48 persen pada periode Juli 2026.

Di sisi pembiayaan, pertumbuhan kredit berdasarkan lokasi bank tercatat tumbuh 2,10 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan capaian pada triwulan II 2026 yang sempat menyentuh angka 3,76 persen.

Perlambatan penyaluran kredit tersebut terutama dipengaruhi oleh terjadinya kontraksi pada sektor kredit modal kerja serta melambatnya laju kredit investasi. Sementara itu, berdasarkan lokasi proyek, kredit tumbuh 4,37 persen (yoy), walau angka ini juga lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 11,59 persen.

Kendati laju penyaluran pembiayaan menahan diri, perbankan di NTB berhasil memperbaiki kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berdasarkan lokasi proyek melandai turun dari 1,90 persen menjadi 1,87 persen, sedangkan NPL berdasarkan lokasi bank berada di level aman 2,81 persen.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Sektor konstruksi masih menjadi perhatian utama otoritas moneter daerah karena menyumbang porsi NPL terbesar berdasarkan lokasi bank, yakni mencapai 49,5 persen. Penyaluran kredit di sektor ini juga terkontraksi 20,4 persen, meski porsi NPL-nya tercatat membaik dari posisi sebelumnya yang sempat menembus 51,9 persen.

Berbeda dengan konstruksi, sektor pertanian justru mencatatkan perkembangan yang cukup positif. Penyaluran kredit untuk sektor pertanian tumbuh sebesar 2,87 persen, diiringi dengan penurunan rasio NPL dari kisaran 12 persen menjadi 10,66 persen pada periode laporan.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) berdasarkan lokasi bank melambat dari 4,45 persen pada triwulan II menjadi 3,38 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan simpanan giro dan tabungan. Bank Indonesia terus mendorong komitmen perbankan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya penguatan UMKM di NTB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *