Berita Nasional
Beranda / Nasional / Momen Haru Warga Lampung Menangis hingga Pingsan Saat Buaya Peliharaan Dievakuasi

Momen Haru Warga Lampung Menangis hingga Pingsan Saat Buaya Peliharaan Dievakuasi

Redaksintb.com – Momen emosional mewarnai proses evakuasi seekor buaya muara peliharaan warga di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tangis histeris hingga aksi pingsan dari pemilik tak terelakkan ketika reptil berukuran besar yang telah dirawat belasan tahun tersebut harus dibawa oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan BKSDA dan petugas pemadam kebakaran setempat berlangsung dramatis. Pemilik buaya, seorang wanita yang akrab disapa Mami, tak kuasa menahan kesedihan mendalam saat satwa kesayangannya dimasukkan ke dalam kandang angkut.

Buaya berukuran panjang lebih dari tiga meter tersebut diketahui telah dipelihara oleh keluarga Mami sejak masih berukuran kecil. Selama belasan tahun merawatnya di area pekarangan rumah, hubungan emosional yang erat telah terbangun antara sang pemilik dan reptil buas tersebut.

Isak tangis Mami makin pecah begitu petugas mulai mengikat dan memindahkan buaya dari kolam penampungan sementara. Karena tak sanggup menyaksikan momen perpisahan tersebut, sang pemilik bahkan sempat terjatuh pingsan hingga harus digotong oleh kerabat dan tetangga sekitar.

Proses evakuasi ini dilakukan atas pertimbangan keselamatan warga serta regulasi perlindungan satwa liar. Pihak BKSDA mengimbau dan memberikan pemahaman bahwa buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan satwa yang dilindungi undang-undang serta memiliki naluri liar yang membahayakan jika tetap dipelihara di pemukiman padat penduduk.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Meskipun evakuasi diwarnai suasana haru dan penolakan emosional dari pihak keluarga, petugas tetap menjalankan prosedur penanganan dengan hati-hati. Petugas memastikan keselamatan satwa maupun keselamatan warga di sekitar lokasi selama proses pengangkutan berlangsung.

Setelah berhasil dievakuasi dari pemukiman warga, buaya tersebut langsung dibawa menuju pusat penyelamatan satwa milik BKSDA Lampung. Di fasilitas rehabilitasi tersebut, kondisi kesehatan buaya akan diperiksa secara menyeluruh sebelum menentukan langkah pelepasliaran ke habitat aslinya.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat luas mengenai pentingnya kesadaran hukum dan keselamatan terkait pemeliharaan satwa liar dilindungi. Pihak BKSDA mengimbau warga yang masih memelihara satwa berbahaya untuk secara sukarela menyerahkannya kepada petugas demi keamanan bersama dan kelestarian ekosistem.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *