Berita Nasional
Beranda / Nasional / Pesan ‘Yang Nggak Sanggup Minggir’ dari Prabowo untuk Menteri-menteri

Pesan ‘Yang Nggak Sanggup Minggir’ dari Prabowo untuk Menteri-menteri

Redaksintb.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan dan pesan serius kepada jajaran menteri serta pejabat di Kabinet Merah Putih. Ia mewanti-wanti agar jajarannya bersedia keluar dari kabinet jika merasa tidak sanggup bekerja secara penuh, termasuk di hari libur atau tanggal merah.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026), yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa jajaran kabinetnya terus bekerja hampir tanpa mengenal hari libur demi kepentingan rakyat.

“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari risiko pengabdian. Prabowo pun menyampaikan secara terbuka bahwa siapapun yang tidak sanggup menjalankan ritme kerja tersebut dipersilakan untuk mundur atau “minggir”, mengingat banyak pihak yang bersedia menggantikan posisi mereka.

Dalam momen peringatan Maulid Nabi SAW tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh jajarannya untuk memadukan nilai keimanan dengan kerja keras secara nyata. Menurutnya, memperingati hari besar keagamaan selain diisi dengan doa juga harus diimbangi dengan karya dan dedikasi penuh untuk mengejar kemajuan bangsa.

Pesan tegas agar jajaran yang tidak sanggup bersedia “minggir” ini bukanlah kali pertama dilontarkan oleh Presiden Prabowo. Sebelumnya, ia juga pernah memberikan teguran serupa pada beberapa momen penting lainnya.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Salah satunya saat menyampaikan sambutan dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition pada Rabu (3/6/2026). Pada momen itu, Prabowo secara terbuka mengungkap alasan pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya, yang tersandung kasus korupsi penyimpangan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Prabowo menegaskan tidak akan membiarkan uang rakyat dicuri dan menuntut komitmen penuh serta kejujuran dari para pelaksana program negara.

Selain itu, teguran serupa juga pernah disampaikan Prabowo saat Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (2/11/2024). Kala itu, ia menekankan komitmennya untuk memimpin pemerintahan yang bersih dan meminta siapa saja di jajaran pemerintah yang tidak mau bekerja sama memajukan bangsa agar bersedia melangkah mundur.

Melalui konsistensi peringatan ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kepentingan dan kemakmuran rakyat berada di atas segala kepentingan pribadi maupun kelompok. Ia meminta seluruh jajaran menteri dan pejabat kabinet untuk terus memegang teguh loyalitas, integritas, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas negara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *