Redaksintb.com – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyampaikan kecaman keras terhadap kelompok pemberontak Houthi dari Yaman yang kembali berupaya melakukan serangan ke wilayah Kota Suci Mekkah. Pemimpin Kerajaan Arab Saudi tersebut menegaskan bahwa tindakan yang mengancam keamanan tempat suci umat Islam merupakan batas ekstrem yang tidak dapat ditoleransi.
Dalam keterangannya, Raja Salman menyebut aksi militer kelompok Houthi tersebut sebagai bentuk provokasi keji yang menyerang nilai-nilai keagamaan universal. Pemimpin berusia 90 tahun itu menilai peluncuran pesawat nirawal (drone) serta proyektil menuju kawasan Suci Mekkah murni bertujuan untuk mengganggu stabilitas regional dan keselamatan para jemaah.
Pernyataan tegas Raja Salman disampaikan menyusul keberhasilan sistem pertahanan udara Arab Saudi yang melumpuhkan ancaman drone sebelum mencapai target utama. Koalisi Militer pimpinan Arab Saudi bertindak cepat menghalau pergerakan udara tersebut di ruang udara dekat Mekkah, sehingga mencegah timbulnya korban jiwa di kawasan situs suci.
Sementara itu, pihak Houthi melalui perwakilannya sempat memberikan bantahan dan mengklaim narasi serangan tersebut sebagai tuduhan usang dari pihak kerajaan. Kendati demikian, otoritas keamanan Saudi beserta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara bersamaan mengutuk aksi Houthi serta menegaskan komitmen penuh untuk menjaga integritas keamanan Mekkah dan Madinah.
Raja Salman kembali menekankan bahwa perlindungan terhadap Dua Masjid Suci serta para peziarah dan jemaah dari seluruh dunia adalah “garis merah” bagi Kerajaan Arab Saudi. Pemerintah tidak akan ragu mengambil seluruh tindakan militer dan politik yang diperlukan untuk meredam potensi ancaman serupa di masa mendatang.
Kecaman dari Raja Salman ini pun memicu gelombang dukungan diplomatik dari berbagai negara sahabat dan lembaga internasional. Sejumlah pemimpin dunia menyuarakan solidaritas bagi Arab Saudi dalam mempertahankan situs-situs suci keagamaan dari aksi pemicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Seiring memanasnya situasi Pasifik Pasifik dan Timur Tengah, peristiwa ini kian mempertegas eskalasi perseteruan antara pasukan koalisi Saudi dan kelompok Houthi Yaman. Koalisi dikabarkan meningkatkan kesiapsiagaan di sepanjang perbatasan guna mengantisipasi kemungkinan serangan balasan atau gelombang drone berikutnya.
Pemerintah Arab Saudi mengimbau seluruh masyarakat internasional untuk bersatu menindak aksi-aksi terorisme yang menargetkan warga sipil dan tempat ibadah suci. Raja Salman menegaskan komitmennya bahwa Kerajaan Arab Saudi akan terus menjadi benteng pertahanan utama bagi keamanan dan kedamaian tanah suci umat Islam di seluruh dunia.


Komentar