Redaksintb.com – Suasana duka duka mendalam menyelimuti kediaman almarhum Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejak Sabtu (26/9/2026) pagi, para pelayat dari berbagai kalangan mulai dari tokoh politik, kerabat, seniman, hingga masyarakat umum mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya putra bungsu Proklamator RI Bung Karno tersebut.
Di sepanjang jalan menuju rumah duka, bendera kuning bertuliskan nama almarhum telah terpasang sebagai penanda kabar duka. Karangan bunga berisi ucapan duka cita dari para pejabat negara, pimpinan partai politik, hingga tokoh nasional juga mulai berjejer rapi menghiasi area depan dan sekitar kompleks kediaman seniman legendaris tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar rumah duka dijaga ketat oleh aparat gabungan bersama Satgas PDI Perjuangan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi melonjaknya jumlah pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal peka terhadap seni dan budaya Nusantara tersebut.
Jenazah almarhum yang dibawa dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi tiba di rumah duka disambut isak tangis keluarga besar dan kerabat dekat. Pihak keluarga, termasuk para kakak almarhum dan tokoh PDI Perjuangan, tampak mendampingi prosesi penanganan jenazah di dalam rumah duka dengan penuh suasana kekeluargaan dan khidmat.
Suasana haru kian terasa saat lantunan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an mulai berkumandang dari dalam rumah duka. Para pelayat yang hadir diberi kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian serta memanjatkan doa terbaik agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Sejumlah tokoh nasional dan rekan sesama seniman yang hadir mengenang almarhum Guruh sebagai sosok yang rendah hati, berdedikasi tinggi, serta tak kenal lelah memperjuangkan kelestarian seni budaya Indonesia. Warisan karya seni pertunjukan kolosal dan gubahan lagu-lagunya dinilai menjadi peninggalan abadi yang tak terantikan.
Kehadiran para pelayat yang terus mengalir hingga siang hari menunjukkan betapa besarnya rasa hormat dan kecintaan masyarakat terhadap sosok Guruh Soekarnoputra. Selain sebagai keluarga Trah Soekarno, almarhum dipandang sebagai maetro seni yang berhasil menyatukan nilai nasionalisme dan kebudayaan melalui karya-karyanya.
Rencananya, setelah seluruh prosesi penghormatan di rumah duka selesai dilakukan, jenazah almarhum Guruh Soekarnoputra akan diberangkatkan menuju peristirahatan terakhirnya. Pihak keluarga besar dan panitia terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian pemakaman dapat berjalan dengan lancar dan penuh kehormatan.


Komentar