Redaksintb.com –Tiga tenaga kesehatan (nakes) RS Mandalika Provinsi NTB bergabung dalam Tim Tanggap Bencana Pemerintah Provinsi NTB yang diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8). Mereka akan menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu pelayanan kesehatan sekaligus penanganan masyarakat yang terdampak gempa di wilayah tersebut.
Dalam misi bertajuk “Solidaritas Kemanusiaan Bali–NTB–NTT” itu, RS Mandalika mengirim satu dokter dan dua perawat. Ketiganya yakni dr Genta Faisal, Ns Putra, dan Ns Saprodi. Mereka bergabung dengan unsur kesehatan serta perangkat daerah lainnya dalam tim yang diberangkatkan Pemprov NTB menuju lokasi terdampak.
Direktur RS Mandalika Provinsi NTB dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM, FICEP, FISQua, turut hadir melepas langsung keberangkatan tim. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada para nakes RS Mandalika yang akan menjalankan tugas kemanusiaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Secara keseluruhan, tim gabungan yang diberangkatkan terdiri atas 43 tenaga medis dari jajaran kesehatan. Di dalamnya termasuk tiga tenaga kesehatan RS Mandalika dan 13 tenaga dari RS Universitas Mataram. Tim juga diperkuat sembilan personel BPBD, sembilan personel Dinas Sosial, serta dua personel PUPR.
Tak hanya mengirim personel, Pemprov NTB turut membawa bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi 34 ton beras, 1.000 dus air mineral, paket pangan dan obat-obatan, 2.000 selimut, matras, serta terpal.
Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal saat melepas keberangkatan tim mengatakan, pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018 membuat daerah ini memahami kondisi yang kini dihadapi masyarakat NTT. Karena itu, NTB ingin hadir memberikan dukungan di tengah situasi sulit yang dialami masyarakat terdampak.
“Kita ingin menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendiri. Kami, kita, tetangga mereka, saudara terdekat kami, akan segera hadir dan bantu,” ujar Iqbal. Menurutnya, solidaritas Bali, NTB, dan NTT tidak hanya diwujudkan dalam kebersamaan saat kondisi normal, tetapi juga ketika salah satu daerah menghadapi bencana. “Satu yang sakit, yang lain ikut merasakan sakitnya. Yang satu berduka, yang lain ikut merasakan dukanya,” katanya.
Keikutsertaan tiga tenaga kesehatan RS Mandalika menjadi bagian dari dukungan rumah sakit terhadap upaya Pemprov NTB dalam penanganan kedaruratan dan kebencanaan. Pengiriman dokter dan perawat tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan sumber daya kesehatan RS Mandalika untuk terlibat dalam pelayanan kemanusiaan ketika dibutuhkan. Selanjutnya, tim diberangkatkan menuju NTT untuk menjalankan tugas dan memberikan dukungan pelayanan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.


Komentar