Redaksintb.com – Tim SAR gabungan terus menggenjot proses evakuasi korban kecelakaan laut kapal KM Virgo yang tenggelam di perairan Indonesia. Memasuki fase krusial pencarian, tim penyelam profesional akhirnya berhasil menembus bagian dalam bangkai kapal yang berada di dasar laut.
Keberhasilan menembus kompartemen dalam kapal menjadi titik terang signifikan dalam operasi SAR ini. Penyelam harus bekerja ekstra keras dan hati-hati menembus koridor serta kamar-kamar penumpang yang berada dalam kondisi gelap gulita dan tertutup material reruntuhan kapal.
Begitu berhasil masuk ke area dalam khususnya bagian kamar dan dek penumpang tim penyelam menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam ruangan. Diduga kuat, para korban tidak sempat menyelamatkan diri saat kapal mengalami musibah dan tenggelam secara cepat.
Proses evakuasi dari dalam bangkai kapal berlangsung sangat dramatis dan penuh risiko. Jarak pandang yang sangat terbatas (zero visibility) di dalam air serta himpitan barang-barang yang berserakan menjadi tantangan berat bagi para penyelam di kedalaman.
Satu per satu jasad korban yang ditemukan di dalam kamar langsung dievakuasi menggunakan kantong jenazah ke permukaan air. Kapal-kapal penyelamat milik Basarnas dan TNI-AL telah bersiap di titik koordinat untuk menerima jenazah yang berhasil diangkat.
Jenazah yang berhasil dievakuasi selanjutnya dibawa menuju posko utama dan rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Keluarga korban yang menunggu di posko darurat terus memantau perkembangan proses evakuasi ini dengan penuh duka.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih menyisir bagian-bagian kamar lain yang belum terjangkau di dalam KM Virgo. Pihak berwenang memastikan bahwa operasi pencarian dan evakuasi di dalam bangkai kapal akan terus dilanjutkan secara maksimal selama kondisi cuaca dan arus bawah laut memungkinkan.
Tragedi tenggelamnya KM Virgo ini menjadi duka mendalam bagi dunia pelayaran nasional. Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beserta kepolisian juga telah memulai penyelidikan resmi guna mengusut tuntas penyebab pasti dari kecelakaan naas tersebut.


Komentar