Ekonomi NTB
Beranda / NTB / Gubernur Iqbal dan Pemprov NTB Bergerak Cepat Pascapenyebab Kebakaran dan Upaya Rekonstruksi Kultural

Gubernur Iqbal dan Pemprov NTB Bergerak Cepat Pascapenyebab Kebakaran dan Upaya Rekonstruksi Kultural

Redaksintb.com – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu malam (22/8). Kobaran api yang menyala cepat melahap pemukiman bersejarah tersebut, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kampung adat yang puluhan generasi mempertahankan tradisi, arsitektur hunian khas, dan tata kehidupan leluhur Sasak ini kini harus berjuang bangkit dari puing-puing sisa kebakaran.

Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu bangunan warga sebelum akhirnya menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang mayoritas menggunakan material alami seperti bambu, kayu, dan atap ilalang kering membuat api menyebar dengan sangat cepat. Petugas Damkar Lombok Tengah dibantu unsur TNI, Polri, serta armada tambahan dari Pemprov NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan secara masif untuk menjinakkan si jago merah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur (NTT) usai memimpin misi kemanusiaan korban gempa, langsung terjun ke lokasi kejadian malam itu juga. Di tengah kobaran api dan kepanikan warga, Gubernur Miq Iqbal bergabung dengan para petugas pemadam serta aparat penegak hukum guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Beliau menegaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam penanganan musibah ini.

Guna menampung para pengungsi, Pemerintah Desa Rambitan bertindak cepat dengan menyulap bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi posko pengungsian sementara. Gubernur Miq Iqbal menegaskan penanganan darurat tidak boleh hanya sebatas menyediakan tempat berlindung. Pemprov NTB memastikan seluruh kebutuhan dasar—mulai dari ketersediaan sandang, pangan, jaminan rasa aman, hingga keberlanjutan aktivitas sosial ekonomi warga—dapat terpenuhi secara memadai selama masa krisis.

Selain kebutuhan pokok, perhatian khusus juga diarahkan pada aspek psikologis serta keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak musibah. Gubernur Miq Iqbal memberikan instruksi tegas agar proses belajar mengajar anak-anak Desa Adat Sade tidak boleh terhenti sedikit pun akibat peristiwa ini. Kehadiran jajaran pemerintah di lapangan diharapkan mampu memberikan ketenangan dan kepastian bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Dukungan moril dan logistik berlanjut pada Ahad sore (23/8) dengan hadirnya Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia di lokasi pengungsian. Kedatangan Wagub Umi Dinda dan Bunda Sinta bertujuan menyalurkan bantuan logistik darurat sekaligus menyapa langsung warga terdampak guna memberikan penguatan mental dan empati di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.

Sebagai langkah konkret penanganan medis dan trauma, Pemprov NTB telah mendirikan dapur umum lapangan serta menerjunkan tim medis gabungan dari RSUP NTB dan RSU Mutiara Sukma. Layanan yang dihadirkan mencakup pemeriksaan kesehatan rutin hingga pendampingan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan lansia guna memulihkan kondisi emosional mereka pasca-insiden kebakaran.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen tidak akan membiarkan masyarakat Sade berjuang sendirian. Gubernur Iqbal mengonfirmasi akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah serta pemangku kepentingan terkait untuk menyusun langkah penanganan komprehensif. Rencana rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade akan segera digulirkan guna mengembalikan fungsi pemukiman sekaligus menjaga keberlangsungan identitas kebudayaan Sasak yang sangat berharga bagi NTB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *