Infrastruktur NTB
Beranda / NTB / Urai Kemacetan Simpang Rembiga, Gubernur Miq Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun Lapangan

Urai Kemacetan Simpang Rembiga, Gubernur Miq Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun Lapangan

Redaksintb.com – Persoalan kemacetan kronis di kawasan Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan daerah. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana turun langsung meninjau pergerakan arus lalu lintas pada jam sibuk, Senin (31/8) sekitar pukul 17.15 WITA.

Peninjauan langsung ini dilakukan untuk melihat efektivitas penataan rekayasa lalu lintas serta penggunaan barikade air (water barrier) di area persimpangan. Gubernur dan Wali Kota ingin mendapatkan gambaran faktual di lapangan demi merumuskan pola penanganan kemacetan yang benar-benar solutif.

Dari sejumlah uji coba rekayasa jalur yang telah diterapkan, penggunaan water barrier dinilai cukup efektif dalam mengurai penumpukan kendaraan. Namun, Gubernur Miq Iqbal menyayangkan adanya aksi pembongkaran barikade air tersebut oleh oknum warga yang merasa terganggu aksesitasnya.

Gubernur meminta agar gesekan sosial akibat rekayasa jalan tersebut diselesaikan melalui ruang dialog dan musyawarah terbuka. “Yang paling penting adalah bagaimana kita mencari solusi bersama. Kita ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kita perhatikan,” tegas Miq Iqbal.

Ia menekankan bahwa penataan kawasan Rembiga tidak hanya berfokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga harus memperhitungkan denyut nadi ekonomi warga. Kawasan persimpangan tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Usai memantau simpul kemacetan, Miq Iqbal dan Mohan Roliskana berjalan kaki menyusuri koridor jalan Rembiga untuk menyapa serta menyerap aspirasi para pedagang. Langkah ini diambil guna memastikan kebijakan rekayasa jalan tidak mematikan mata pencaharian warga sekitar.

Sinergi antara Pemprov NTB dan Pemkot Mataram ini diharapkan mampu melahirkan titik temu atas permasalahan lalu lintas di Rembiga. Penataan kawasan persimpangan diposisikan dalam konteks yang luas, di mana ketertiban jalan raya dan keberlangsungan usaha warga berjalan beriringan.

Melalui pendekatan berbasis kondisi nyata di lapangan dan dialog inklusif, Pemdes dan Pemkot optimistis persimpangan Rembiga dapat ditata secara permanen. Solusi akhir yang diusung bertumpu pada tiga target utama: arus lalu lintas lancar, kawasan tertib, dan roda ekonomi warga tetap tumbuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *