Berita Internasional
Beranda / Internasional / Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi Bahtera Nuh di Turki, Gunakan Teknologi Georefrensi Modern

Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi Bahtera Nuh di Turki, Gunakan Teknologi Georefrensi Modern

Redaksintb.com – Tim pakar dan peneliti internasional kembali melakukan penelitian intensif terhadap Formasi Durupinar di Distrik Doğubayazıt, Provinsi Ağrı, Turki timur. Penelitian terhadap formasi geologi unik berbentuk menyerupai kapal sepanjang 157 meter tersebut fokus pada pengambilan sampel inti (core sampling) guna membuktikan secara ilmiah dugaan keberadaan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh.

Proyek penelitian resmi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University bersama tim peneliti independen dari Noah’s Ark Scans. Langkah riset ini telah mendapatkan izin serta persetujuan resmi dari otoritas Pemerintah Turki guna menguji struktur geologi Formasi Durupinar dari perspektif ilmu pengetahuan.

Pengambilan sampel fisik menandai babak baru dalam riset ini, memindahkan fokus yang sebelumnya sebatas pemetaan permukaan dan pemindaian radar menjadi penyelidikan laboratorium. Tim peneliti melakukan pengeboran inti hingga kedalaman 18 meter di dalam area formasi serta di lokasi pembanding di luar struktur untuk memverifikasi kandungan material tanah.

Sebelum tahap pengeboran dimulai, tim riset telah menerapkan berbagai teknologi geofisika mutakhir. Pemetaan canggih seperti Ground Penetrating Radar (GPR), Electrical Resistivity Tomography (ERT), teknologi LiDAR, hingga pemodelan dua dan tiga dimensi (2D/3D) digunakan untuk memetakan kondisi bawah tanah secara detail.

Dari hasil pemindaian radar sebelumnya, para peneliti menemukan adanya indikasi anomali bawah permukaan yang membentuk pola ruang, koridor, serta struktur teratur. Meski pola tersebut memberikan indikasi awal yang menarik, para ahli menegaskan bahwa analisis sampel fisik laboratorium tetap menjadi syarat utama sebelum menarik kesimpulan ilmiah.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Guna mendukung eksplorasi di area yang sulit dijangkau, tim peneliti mengerahkan drone penjelajah bawah tanah bernama Gopher. Teknologi robotik ini dirancang untuk masuk melalui lubang bor dan menjelajahi rongga bawah tanah terpetakan tanpa perlu melakukan penggalian terbuka skala besar yang berisiko merusak situs.

Para ilmuwan yang terlibat secara tegas menyampaikan bahwa penyelidikan ini merupakan studi geologi dan arkeologi objektif, bukan upaya langsung untuk mengesahkan narasi keagamaan tanpa dasar kuat. Setiap sampel tanah, sedimen, dan kandungan material organik akan menjalani analisis uji laboratorium ketat selama beberapa bulan mendatang.

Pemerintah Turki menyambut baik penelitian ilmiah terstruktur ini karena dinilai dapat mengungkap potensi sejarah serta sains teka-teki dunia. Laporan hasil uji laboratorium dari sampel inti tersebut diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu mendatang dan bakal dipublikasikan secara transparan kepada publik internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *