Redaksintb.com – Peralatan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mengalami gangguan teknis yang cukup serius. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi adanya kasus kehilangan baterai atau aki yang menjadi sumber daya utama stasiun pemantau di lapangan, sehingga berdampak pada terganggunya visual kamera CCTV.
Kasus hilangnya peralatan vital tersebut terdeteksi setelah sinyal transmisi data pemantauan dari stasiun di sekitar Gunung Anak Krakatau mengalami penurunan kualitas hingga terputus secara mendadak ke pos pengamatan darat.
Setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi oleh tim teknis, terungkap bahwa unit aki yang berfungsi menyuplai daya listrik untuk peralatan pemantau dan transmisi visual CCTV telah raib diduga akibat kelakuan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dampak dari hilangnya sumber daya energi tersebut membuat pemantauan secara visual melalui kamera CCTV di area kawah dan lereng Gunung Anak Krakatau tidak dapat diakses secara maksimal oleh para petugas pengamat.
Pihak PVMBG sangat menyesalkan tindakan vandalisme dan pencurian sarana mitigasi bencana tersebut. Peralatan pemantauan vulkanologi merupakan fasilitas vital publik yang berfungsi sangat krusial untuk memberikan peringatan dini (early warning system) keselamatan masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Meskipun sistem transmisi visual CCTV mengalami gangguan, PVMBG memastikan bahwa pemantauan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih tetap berjalan melalui jaringan stasiun seismik pendukung lainnya yang masih beroperasi secara normal.
Tim teknis PVMBG bergerak cepat untuk segera melakukan perbaikan, penggantian unit aki yang hilang, serta pemulihan jaringan transmisi CCTV agar pengamatan visual aktivitas gunung api laut tersebut kembali optimal.
PVMBG mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang beraktivitas di perairan Selat Sunda, untuk bersama-sama menjaga dan tidak merusak fasilitas pemantauan bencana demi keselamatan bersama.


Komentar