Redaksintb.com – Pemerintah Aljazair secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kebijakan drastis ini diambil setelah hubungan bilateral kedua negara Arab tersebut terus memburuk dan diwarnai ketegangan politik yang mendalam selama beberapa tahun terakhir.
Keputusan tegas tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Aljazair sebagai respons atas serangkaian perbedaan pandangan geopolitik yang tajam. Langkah pemutusan hubungan ini menandai titik terendah dalam sejarah hubungan diplomasi kedua negara.
Perselisihan antara Aljazair dan Abu Dhabi telah berlangsung lama, dipicu oleh ketidakcocokan sikap politik luar negeri terkait sejumlah isu regional di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah. Salah satu poin krusial yang merenggangkan hubungan keduanya adalah keterlibatan serta manuver pengaruh UEA di negara tetangga Aljazair, termasuk di wilayah Libya dan Sahara Barat.
Selain itu, langkah Aljazair yang tetap konsisten mendukung perjuangan Palestina dan menolak gelombang normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords yang diusung UEA turut menjadi jurang pemisah yang memperlebar jarak kedua negara.
Dengan adanya pengumuman pemutusan hubungan diplomatik ini, Pemerintah Aljazair menarik seluruh staf diplomatiknya dari Abu Dhabi dan meminta perwakilan UEA di Algiers untuk segera meninggalkan negara tersebut. Pemutusan hubungan ini diperkirakan akan memengaruhi kerja sama ekonomi serta konstelasi politik di kawasan Liga Arab dan Uni Afrika.


Komentar