Eedaksintb.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pesisir barat Aceh memicu bencana banjir luapan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Luapan sungai-sungai utama meluap hingga merendam kawasan pemukiman warga di 7 kecamatan sekaligus. Peristiwa bencana alam yang terjadi sejak sore hingga malam hari tersebut mengakibatkan ratusan rumah penduduk terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Daya, tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Blangpidie, Susoh, Tangan-Tangan, Mada, Setia, Kuala Batee, hingga Jeumpa. Luapan air dipicu oleh tidak tertampungnya debit air hujan yang tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Beukah dan Krueng Susoh, hingga akhirnya melimpah ke kawasan pemukiman warga serta area persawahan.
Genangan air yang datang secara cepat membuat sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga maupun perabotan rumah tangga mereka. Air berwarna keruh kecokelatan meluap hingga ke jalan-jalan protokol desa, melumpuhkan akses mobilitas harian warga serta aktivitas ekonomi lokal. Sejumlah kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos genangan banjir dilaporkan mengalami mogok mesin di tengah jalan.
Selain merendam fasilitas pemukiman, banjir juga merusak hektaran lahan pertanian milik warga yang baru saja ditanami padi. Para petani mengkhawatirkan terjadinya gagal panen jika genangan air tidak kunjung surut dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Penyumbatan aliran sungai akibat tumpukan sampah kayu dan dangkalnya sedimen drainase di sekitar pemukiman dinilai memperburuk parahnya genangan di beberapa lokasi rawan.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Abdya bersama unsur TNI-Polri dan relawan SAR bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi-lokasi banjir paling parah guna melakukan evakuasi warga kelompok rentan, seperti lansia, balita, dan orang sakit. Perahu karet disiagakan di beberapa titik luapan yang cukup dalam untuk mengantisipasi potensi genangan susulan jika hujan lebat kembali turun di kawasan hulu pegunungan.
Pemerintah Daerah setempat telah menginstruksikan pendirian dapur umum darurat dan posko pengungsian sementara untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, serta obat-obatan mulai disalurkan secara bertahap ke desa-desa yang terisolasi luapan air. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit pascabanjir seperti gatal-gatal dan diare.
Kalaksa BPBD Aceh Barat Daya mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan wilayah dataran rendah, untuk tetap berada dalam kondisi siaga satu. Mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan, kesiapsiagaan warga dalam melakukan evakuasi mandiri sangat krusial guna menghindari timbulnya korban jiwa.
Secara bertahap, jika intensitas hujan mulai mereda, upaya penyedotan air dan pembersihan material lumpur akan segera dilakukan oleh tim gabungan di fasilitas publik serta rumah-rumah warga. Pemerintah Kabupaten Abdya juga merencanakan evaluasi dan perbaikan jangka panjang terhadap sistem drainase serta normalisasi sungai guna meminimalisasi risiko bencana banjir luapan berulang di masa mendatang.


Komentar