Redaksintb.com – Dinamika internal PDI Perjuangan kembali memanas usai keputusan tegas partai memberhentikan salah satu kadernya, Achmad Hidayat. Mantan kader DPC PDIP Surabaya tersebut dijatuhi sanksi pemecatan setelah kedapatan melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo serta menyuarakan dorongan pemulihan status keanggotaan Jokowi di partai berlambang banteng moncong putih itu.
Keputusan pemecatan resmi tertanggal 4 September 2026 tersebut menandai ketegangan politik yang belum sepenuhnya reda. Namun, di balik polemik sanksi organisasi tersebut, Achmad Hidayat mengungkapkan sebuah pernyataan menarik dari perbincangannya bersama Jokowi. Ia mengklaim bahwa mantan Presiden tersebut menegaskan tidak memiliki masalah personal dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya ‘Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.’ Nah, hanya ngobrol itu saja yang saya ungkapkan ke DPP,” ujar Hidayat menceritakan isi percakapannya dengan Jokowi yang kemudian ia sampaikan saat klarifikasi di hadapan pengurus pusat partai.
Menanggapi berkembangnya wacana tersebut, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menyampaikan respons santai namun menohok. Mantan Capres 2024 itu menilai bahwa jika Jokowi sudah menyatakan tidak ada masalah, maka hal tersebut tidak lagi memerlukan tanggapan berlebihan dari publik maupun internal partai. Menurutnya, publik harus bisa membedakan mana urusan politik dan mana hubungan personal.
“Kan beliau bilang tidak ada masalah. Ya tidak perlu tanggapan,” ujar Ganjar Pranowo saat dimintai konfirmasi pada Senin (14/9/2026). Ganjar menekankan bahwa dalam dunia politik yang dinamis, seluruh pihak seharusnya bijak dalam menempatkan batasan antara personalitas antarindividu dengan garis kebijakan politik organisasi.
Lebih lanjut, Ganjar mengajak seluruh kader PDIP dan elemen bangsa untuk mengalihkan energi pada hal-hal yang jauh lebih mendesak bagi rakyat. Ia mengingatkan bahwa saat ini masyarakat menghadapi tantangan nyata yang membutuhkan perhatian penuh, ketimbang terus menguras energi pada polemik hubungan antartokoh politik.
“Buat PDI Perjuangan yang utama, mari kita kerahkan semua kekuatan untuk menghadapi situasi yang kurang baik pada saat ini: kondisi geopolitik global yang berdampak pada ekonomi nasional, banyaknya bencana yang perlu perhatian semua pihak, dan soal kesejahteraan rakyat yang hari ini banyak dipersoalkan,” tegas Ganjar memberikan arahan.
Saat ditanya mengenai peluang bertemunya kembali Megawati Soekarnoputri dan Jokowi di masa mendatang, Ganjar menyikapi hal tersebut secara terbuka. Ia mengisyaratkan bahwa panggung politik selalu menyediakan ruang dan momentum bagi para tokoh bangsa untuk saling bersilaturahmi tanpa harus dipaksakan oleh spekulasi publik.


Komentar