Berita Nasional
Beranda / Nasional / Gempa M 6,5 di Kepulauan Seribu Disebabkan Aktivitas Intraslab Lempeng Indo-Australia

Gempa M 6,5 di Kepulauan Seribu Disebabkan Aktivitas Intraslab Lempeng Indo-Australia

Redaksintb.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis teknis terkait peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,5 yang mengguncang kawasan Kepulauan Seribu. BMKG mengonfirmasi bahwa guncangan gempa dalam ini dipicu oleh adanya aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng atau yang dikenal sebagai aktivitas intraslab.

Hasil pemantauan seismik menunjukkan bahwa episentrum gempa terletak pada koordinat laut dengan kedalaman menengah hingga dalam di bawah dasar laut Kepulauan Seribu. Mekanisme sumber gempa mencerminkan adanya pergerakan atau patahan batuan akibat tekanan penunjaman Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Deputi Bidang Geofisika BMKG menjelaskan bahwa karakteristik gempa intraslab umumnya memiliki spektrum guncangan yang dirasakan di wilayah yang sangat luas. Dampak getaran gempa tidak hanya dirasakan kuat oleh warga di pulau-pulau kecil Kepulauan Seribu, tetapi juga merambat hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Meskipun magnitudo gempa tergolong cukup besar, BMKG memastikan bahwa guncangan tektonik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Hal tersebut disebabkan oleh hiposentrum gempa yang berada di kedalaman hiposenter cukup dalam, sehingga tidak memicu pemicuan deformasi dasar laut secara signifikan.

Guncangan yang terjadi sempat memicu kepanikan warga di kawasan pesisir Jakarta dan para penghuni gedung-gedung bertingkat di ibu kota. Sejumlah karyawan dan penghuni apartemen berhamburan keluar bangunan menuju titik kumpul demi mengantisipasi potensi runtuhan atau kerusakan struktur bangunan.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama aparat setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pendataan kerusakan. Hingga analisis awal dirilis, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur berat maupun korban jiwa akibat peristiwa gempa bumi tersebut.

BMKG terus mengantisiapsi potensi terjadinya gempa bumi susulan (aftershocks) dengan mengintensifkan pemantauan sinyal seismik dari berbagai stasiun pencatat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu atau informasi hoaks yang tersebar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di kawasan perkotaan dan pesisir. BMKG mengingatkan pengelola gedung tinggi untuk selalu memastikan keandalan struktur bangunan tahan gempa serta mengedukasi penghuni mengenai prosedur evakuasi mandiri yang aman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *