Berita Business
Beranda / Business / Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala BGN Dadan Hindayana: Ini Kelalaian yang Disengaja!

Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala BGN Dadan Hindayana: Ini Kelalaian yang Disengaja!

Redaksintb.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan tanggapan keras merespons insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dadan menilai bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan teknis biasa, melainkan bentuk kelalaian yang disengaja oleh pihak pengolah makanan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Dadan usai meninjau perkembangan penanganan para korban dan menerima laporan evaluasi awal dari tim lapangan. Pihaknya menyayangkan masih adanya penyedia jasa boga atau unit pelayanan yang mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) higienitas dan sanitasi dalam proses pengolahan hidangan.

Dadan menegaskan bahwa BGN tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap kelalaian dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Menurutnya, kepatuhan terhadap durasi penyimpanan, kebersihan bahan baku, hingga tata cara pengemasan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan konsumsi anak-anak sekolah.

Atas kejadian di Sidoarjo tersebut, BGN langsung menerjunkan tim investigasi khusus untuk mengecek sampel makanan di laboratorium terakreditasi. Pengujian ini dilakukan guna memastikan jenis bakteri atau zat kontaminan yang menjadi pemicu utama timbulnya gejala mual, pusing, hingga muntah pada para siswa.

Selain uji laboratorium, BGN juga menghentikan sementara operasional dapur penyedia atau unit pelayanan yang bertanggung jawab atas distribusi makanan di wilayah tersebut. Sanksi tegas berupa pemutusan kerja sama hingga jalur hukum siap ditempuh apabila terbukti ada unsur kesengajaan atau pembiaran terhadap standar keamanan pangan.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Insiden keracunan di Sidoarjo ini menjadi catatan evaluasi krusial bagi pelaksanaan program MBG secara nasional. BGN berkomitmen memperketat pengawasan berjenjang, mulai dari pemilihan bahan baku segar, proses memasak, hingga batas waktu maksimal distribusi makanan dari dapur menuju meja siswa.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang, BGN mewajibkan seluruh unit pelayanan untuk menerapkan sistem sampel pembanding (food sampling) pada setiap menu harian. Langkah ini diambil agar pengawasan kualitas dapat terpantau secara real-time sebelum makanan dibagikan kepada peserta didik.

Dadan mengimbau seluruh pengelola dapur MBG di berbagai daerah untuk menjadikan peristiwa di Sidoarjo sebagai peringatan keras. Keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama di atas segala efisiensi operasional maupun teknis pengadaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *