Redaksintb.com – Bencana kebakaran hebat yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, menyisakan duka mendalam. Musibah yang menghanguskan seratusan rumah khas Suku Sasak tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar pemulihan kawasan pariwisata ini dapat segera direalisasikan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Megawati Lestari, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam menangani dampak bencana tersebut. Keterlibatan lintas sektor secara masif dinilai sangat krusial agar kawasan yang menjadi ikon kebudayaan NTB itu dapat bangkit kembali dalam waktu singkat.
“Desa Sade boleh berduka hari ini, tetapi Desa Sade tidak boleh kehilangan masa depannya,” ujar Megawati tegas usai memimpin rapat evaluasi di Kantor DPRD NTB, Senin (24/8/2026).
Politisi Partai Golkar ini mendorong adanya konsorsium dukungan dari berbagai pihak, mulai dari konsolidasi perbankan dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga pelaku dunia usaha. Keterlibatan sektor perbankan dan swasta dipandang strategis mengingat Sade merupakan episentrum ekonomi kreatif dan destinasi unggulan daerah.
Megawati menyoroti bahwa aktivitas ekonomi warga Sade sebetulnya sudah sangat adaptif dengan ekosistem digital. Sebagian besar artshop dan perajin lokal di kawasan tersebut telah memanfaatkan sistem pembayaran berbasis QRIS untuk melayani wisatawan, sehingga dorongan pemulihan dari institusi keuangan seperti BSI dan bank-bank Himbara sangat dibutuhkan untuk merestorasi fasilitas publik serta rumah ibadah.
Kendati mendesak aksi cepat, legislator dapil Lombok Tengah ini menggarisbawahi pentingnya menjaga keaslian nilai adat selama proses restorasi fisik berlangsung. Pemulihan tidak boleh mengorbankan jati diri dan arsitektur kuno Sasak yang menjadi daya tarik utama Desa Sade di mata dunia.
Megawati mengingatkan agar tata ruang tradisional serta material alami—seperti struktur kayu, bambu, berugak, dan atap ilalang khas—tetap dipertahankan secara konsisten. Pembahasan konsep restorasi wajib melibatkan para tokoh adat dan warga lokal sejak dari tahap awal perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan fisik.
Gotong royong lintas sektor ini diharapkan menjadi pemantik bagi kebangkitan kembali denyut pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal Sade. Pembetulan infrastruktur harus berjalan selaras dengan pemulihan matapencaharian warga agar kawasan adat tersebut dapat segera beroperasi kembali menyambut wisatawan.


Komentar