Redaksintb.com – Ketenangan aktivitas perkantoran dan pemukiman di kawasan Jempong Baru mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api membumbung tinggi dari sebuah lahan kosong yang terletak tepat di belakang Kantor Wali Kota Mataram (Bale Mentaram), Jalan Gajah Mada, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 10.00 WITA.
Angin yang bertiup cukup kencang membuat si jago merah dengan sangat cepat merambat ke seluruh penjuru lahan. Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut dipenuhi semak belukar dan rumput kering, yang menjadi bahan bakar sempurna hingga api membesar hanya dalam hitungan menit.
Kepulan asap hitam pekat yang melumbung ke udara tak ayal memicu perhatian warga sekitar dan para pegawai Pemkot Mataram. Suasana riuh terlihat ketika sejumlah ASN dan warga keluar dari gedung untuk melihat titik lokasi kebakaran yang lokasinya sangat dekat dengan pusat pemerintahan tersebut.
Menerima laporan darurat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram langsung bergerak cepat. Sejumlah armada pemadam beserta puluhan personel dikerahkan ke lokasi kejadian guna melakukan isolasi area agar kobaran api tidak meluas ke bangunan vital di sekitarnya.
Kerja keras tim pemadam membuahkan hasil dalam waktu singkat. Petugas berhasil melokalisasi kobaran api utama sehingga tidak makin meluas, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api menyala kembali dari bawah tumpukan pemicu kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Mataram, H Rudi Suryawan, mengonfirmasi luasnya area yang terdampak musibah tersebut. “Ada sekitar satu hektare lahan kosong yang terbakar. Anggota kami masih di lapangan melakukan pendinginan area sekitar tempat terjadinya kebakaran,” ujar Rudi saat memberikan keterangan.
Meski api utama sudah berhasil dipadamkan, personel Damkarmat tetap disiagakan di lokasi untuk antisipasi bahaya susulan. Sikap siaga ini diambil mengingat paparan asap dan sisa material panas di lahan kering dapat kembali memicu kobaran api apabila terhempas angin kencang.
Dampak dari musibah kebakaran ini cukup dirasakan oleh kawasan sekitarnya. Asap tebal sempat mengganggu kenyamanan penghuni perumahan elite Grand Lingkar serta beberapa kompleks perkantoran terdekat, termasuk kantor Kejari Mataram, kantor PT Varindo Lombok Inti, dan sejumlah kantor swasta lainnya.


Komentar