Redaksintb.com – Langkah Indonesia yang kembali membidik posisi sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendapat sorotan penuh dari jajaran legislatif. Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengingatkan agar diplomasis aktif Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta tidak terseret dalam arus kepentingan blok kekuatan tertentu.
Pencalonan Indonesia untuk posisi strategis di badan dunia tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat peran diplomasi global serta syiar perdamaian dunia. Namun, dinamika geopolitik global yang kian terpolarisasi menuntut kehati-hatian ekstra dari Kementerian Luar Negeri RI.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI menekankan bahwa pencalonan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta memperjuangkan isu-isu kemanusiaan global, bukan justru terjebak dalam persaingan pengaruh antara negara-negara daya besar.
Prinsip politik luar negeri “bebas aktif” diamanatkan sebagai kompas utama diplomasi Indonesia. Hal ini penting agar Indonesia tetap dipandang sebagai honest broker atau penengah yang netral, kredibel, dan berintegritas tinggi di tengah konflik antar-blok politik dunia.
Selain itu, Komisi I DPR RI meminta pemerintah menyiapkan pemetaan isu-isu strategis secara matang. Kehadiran Indonesia di DK PBB diharapkan mampu memberikan kontribusi riil terhadap penyelesaian konflik internasional, pemeliharaan perdamaian, dan reformasi tata kelola global.
Dukungan politik dari internal DPR RI dipastikan tetap mengalir selama diplomasi yang dijalankan senantiasa konsisten menjaga kedaulatan, integritas, dan kepentingan nasional bangsa Indonesia di kancah internasional.
Upaya penggalangan dukungan dari negara-negara sahabat juga diimbau untuk dilakukan secara elegan dan substantif. Diplomasi track record Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB dinilai menjadi modal sosial yang amat kuat.
Dengan berpegang pada nilai-nilai persatuan dan netralitas, kehadiran Indonesia di panggung DK PBB diharapkan dapat memperkuat posisi bargaining negara serta membawa dampak positif bagi perdamaian dan ketertiban dunia.


Komentar