Redaksintb.com – Teka-teki mengenai penyebab pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan akhirnya terkuak. Purbaya secara terbuka mengakui bahwa kebijakan perombakan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilakukannya beberapa waktu lalu menjadi salah satu pemicu utama di balik keputusan presiden untuk mencopot dirinya dari Kabinet Merah Putih.
Pengakuan blak-blakan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri prosesi serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta. Saat dikonfirmasi mengenai isu perombakan struktural pegawai sebagai penyebab pencopotannya, Purbaya tidak membantah dan membenarkan bahwa perombakan itu menjadi salah satu alasannya.
Meskipun perombakan internal di tubuh Kemenkeu memicu dinamika, Purbaya menegaskan bahwa pergeseran posisi menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pergantian jabatan dalam kabinet adalah hal yang biasa dan setiap jajaran kementerian sudah sepatutnya mengikuti seluruh kebijakan dan arahan yang ditetapkan oleh Kepala Negara.
Purbaya mengaku bahwa dirinya telah memperhitungkan potensi pemberhentian tersebut sebelum keputusan resmi dikeluarkan oleh Istana. Namun, ia baru mendapatkan kepastian secara formal setelah dihubungi secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di tengah-tengah kesibukan agendanya.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menepis spekulasi dan rumor yang beredar di publik terkait isu-isu spesifik lain di luar urusan perombakan internal. Ia menegaskan bahwa pemberhentian dirinya sama sekali tidak berkaitan dengan urusan dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagaimana yang sempat diisukan.
Terkait dengan nasib ratusan Surat Keputusan (SK) perombakan pejabat Kemenkeu yang sempat ia tanda tangani sebelum lengser, Purbaya memberikan pandangan yang santai. Ia menilai bahwa secara regulasi SK tersebut seharusnya masih berlaku, namun wewenang untuk mempertahankan atau mengubah keputusan penetapan pegawai tersebut sepenuhnya berada di tangan Menteri Keuangan yang baru.
Pencopotan Purbaya dan penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru menjadi sorotan luas di kalangan pelaku pasar dan ekonom. Pergantian posisi krusial ini dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis pemerintah untuk mengembalikan stabilitas komunikasi dan penyegaran tata kelola fiskal di tengah ketegangan internal yang sempat memanas.
Usai menyerahkan tongkat kepemimpinan Kemenkeu secara resmi, Purbaya menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan roda organisasi kementerian di bawah nakhoda baru. Sementara itu, Suahasil Nazara dipastikan akan segera mengevaluasi dan melanjutkan langkah-langkah strategis demi menjaga keandalan anggaran serta ketahanan perekonomian nasional.


Komentar