Redaksintb.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar pascaterbaliknya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus membuahkan pemutakhiran data yang krusial. Hingga Senin (14/9), Tim SAR Gabungan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan total 114 korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan, dengan rincian 108 penumpang ditemukan dalam kondisi selamat dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers yang digelar di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyampaikan bahwa sebanyak 129 orang korban lainnya masih berstatus hilang. Proses penyisiran intensif terus difokuskan di sekitar perairan Masalembo, di mana mayoritas korban selamat maupun meninggal dunia dievakuasi menggunakan berbagai armada kapal niaga dan penyelamat yang melintas di jalur pelayaran tersebut.
Berdasarkan data manifes resmi dari Kemenhub, kapal roro berukuran 8.540 GT milik operator PT Virgo Karya Shipping tersebut secara keseluruhan mengangkut 243 jiwa. Rincian muatan kapal mencakup 30 orang kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet yang mendampingi 89 unit muatan kendaraan di dalam geladak kapal.
Perjalanan musibah ini bermula ketika kapal yang dinakhodai oleh Arief Yunianto tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (12/9) pukul 06.52 WIB menuju destinasi akhir di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin. Namun, saat melintasi jalur perairan Laut Jawa, kapal mulai menghadapi terjangan cuaca buruk dengan ombak tinggi dan angin kencang.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, mengungkapkan bahwa KMP Virgo Transport 8 terdeteksi mengalami kondisi miring secara ekstrem (listing) sebelum akhirnya kehilangan kontak (lost contact) pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Lokasi persis kecelakaan diprakirakan berada di kawasan rawan perairan Masalembo setelah diterjang gelombang tinggi yang menghantam lambung kapal.
Skenario evakuasi darurat yang diluncurkan pascainsiden berhasil menyelamatkan puluhan nyawa berkat kesiapsiagaan kapal-kapal niaga yang berada di radius terdekat lokasi kejadian. Sebagian besar penyintas yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan dan dipusatkan ke posko penanganan medis serta pendataan darurat di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin untuk perawatan lebih lanjut.
Guna memaksimalkan pencarian terhadap 129 korban yang masih hilang, Basarnas telah memobilisasi armada tambahan dari berbagai wilayah terdekat. Sejumlah perahu karet, kapal penyelamat, hingga tim penyelam bersertifikasi dari Basarnas Balikpapan dan Basarnas Makassar diturunkan untuk menyisir bawah laut serta menggeledah bagian dalam bangkai kapal yang terbalik.
Pemerintah menegaskan bahwa data jumlah korban dan evakuasi masih bersifat dinamis serta dapat terus berkembang seiring dengan berlangsungnya operasi SAR di laut lepas. Sementara itu, suasana haru dan kecemasan terus diselimuti oleh pihak keluarga penumpang yang bertahan di posko informasi pelabuhan guna menanti kepastian kabar keselamatan kerabat mereka.


Komentar