Redaksintb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berkomitmen memperluas perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja pengabdi di wilayahnya. Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, berjanji akan mendaftarkan seluruh kader posyandu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna menjamin risiko keselamatan kerja mereka saat melayani masyarakat.
Langkah ini diambil mengingat tugas para kader posyandu yang cukup berat dan berisiko tinggi saat membantu pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi, hingga lansia. Melalui program ini, para kader akan memiliki perlindungan atas risiko kecelakaan kerja hingga jaminan kematian layaknya kelompok pekerja rentan lainnya di Lombok Timur.
Mengenai skema pembiayaan, Pemkab Lotim akan menitipkan alokasi anggaran pembayaran iuran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di masing-masing desa. Pembayaran iuran berkala nantinya dapat dilakukan langsung oleh pemerintah desa setempat, yang juga dirangkaikan dengan penjaminan iuran bagi anggota Badan Keamanan Desa (BKD).
Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat nyata untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru. Apabila terjadi musibah kecelakaan kerja hingga menyebabkan meninggal dunia, ahli waris peserta berhak menerima santunan klaim mulai dari Rp42 juta hingga lebih dari Rp100 juta.
Ia mencontohkan beberapa kasus di Lombok Timur di mana uang santunan duka dari BPJS Ketenagakerjaan dimanfaatkan secara produktif oleh keluarga yang ditinggalkan. Beberapa ahli waris menggunakan dana tersebut sebagai modal usaha mandiri atau membeli hewan ternak sehingga roda ekonomi keluarga tetap berputar meski penopang utama telah tiada.
Selain jaminan sosial ketenagakerjaan, Bupati Lotim juga berjanji melengkapi berbagai fasilitas pendukung operasional yang dibutuhkan di setiap posyandu. Pihaknya meminta para kader untuk segera menginventarisasi kebutuhan sarana ke Dinas Kesehatan serta DP3AKB agar dapat langsung dianggarkan pada APBD tahun depan.
Rencana kebijakan ini disambut positif oleh jajaran kader di lapangan. Kader Posyandu Pelangi Rinjani Selong, Rina Hastuti, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 11.680 kader posyandu yang aktif mengabdi dan tersebar di 2.023 titik posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Rina menegaskan bahwa jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bukan sekadar fasilitas pengobatan gratis belaka, melainkan bentuk nyata kepedulian serta penghargaan pemerintah terhadap pengabdian kader di akar rumput. Pihaknya berharap komitmen penjaminan BPJS Ketenagakerjaan dan pembenahan sarana operasional posyandu ini dapat terealisasi sepenuhnya tanpa kendala.


Komentar