Berita Internasional
Beranda / Internasional / Update : 273 Orang Tewas,1.300 Hilang ,Banjir Bandang Terjang Nepal dan Tibe Termasuk 45 WNI

Update : 273 Orang Tewas,1.300 Hilang ,Banjir Bandang Terjang Nepal dan Tibe Termasuk 45 WNI

Redaksintb.com – Bencana alam berskala besar mengguncang kawasan Himalaya di sepanjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok pada Rabu (26/8) pagi sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Runtuhnya material gletser berupa campuran es dan batu memicu banjir bandang serta aliran lumpur masif yang mengakibatkan sedikitnya 273 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.300 warga dilaporkan hilang.

Analisis lanjutan dari US Geological Survey (USGS) mengonfirmasi bahwa getaran awal yang sempat dikira gempa bumi sebenarnya bersumber dari longsoran gletser raksasa dengan energi setara magnitudo 5,2. Hantaman material tersebut memicu lonjakan debit air sungai secara drastis, seperti di Sungai Trishuli yang tercatat mengalami kenaikan permukaan air hingga 9 meter hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Dampak kehancuran terparah menerjang Desa Soley di wilayah Nuwakot, Nepal, di mana pemukiman yang dihuni sekitar 25 kepala keluarga hampir seluruhnya rata dengan tanah. Kondisi ketidakpastian ini dirasakan langsung oleh Nirajan Paudyal, seorang jurnalis asal Kathmandu yang mendatangi lokasi bencana demi mencari keberadaan orang tua dan kerabatnya yang hilang tanpa kabar.

Proses evakuasi dan pencarian korban saat ini bergantung penuh pada armada helikopter akibat terputusnya jalur darat. Berdasarkan laporan The Associated Press (AP), gelombang banjir bandang dan tanah longsor telah merusak puluhan jembatan serta menghancurkan hampir 40 kilometer akses jalan utama di wilayah Nepal.

Berdasarkan data pembaruan otoritas setempat, korban jiwa di wilayah Nepal mencapai sedikitnya 270 orang tewas dan 826 orang hilang. Sementara itu, otoritas di wilayah Tibet mencatat sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 558 warga lainnya masih berada dalam status pencarian.

Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KR

Menanggapi krisis kemanusiaan tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Dhaka dan KBRI Beijing bergerak cepat memantau perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama jaringan komunitas masyarakat Indonesia serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Mayoritas dari sekitar 45 WNI yang menetap di Nepal berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan, sementara pemantauan ekstra juga diarahkan kepada para wisatawan WNI yang sedang melakukan aktivitas pendakian gunung.

Sebagai langkah antisipasi, KBRI Dhaka dan KBRI Beijing secara resmi telah menerbitkan imbauan kewaspadaan bagi seluruh WNI di wilayah terdampak. Para WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi titik-titik rawan bencana, mematuhi instruksi otoritas lokal, serta terus memantau perkembangan informasi melalui saluran resmi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *