Berita Nasional
Beranda / Nasional / Polisi Usut Dua Perkara Berbeda dalam Kasus Penyiksaan Tragis Empat ABK KM Maulana 3

Polisi Usut Dua Perkara Berbeda dalam Kasus Penyiksaan Tragis Empat ABK KM Maulana 3

Redaksintb.com – Aparat kepolisian terus bergerak cepat mengungkap tabir kelam di balik kasus penyiksaan sadis yang menimpa empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 3. Untuk menuntaskan kasus tersebut secara komprehensif, kepolisian resmi membagi penanganan hukum ke dalam dua perkara terpisah sesuai dengan lokasi tindak pidana (locus delicti).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, mengonfirmasi dalam keterangannya pada Kamis (8/10/2026) malam bahwa pengusutan perkara ini melibatkan dua instansi kepolisian. Polres Kepulauan Aru dipercayakan untuk menangani dugaan tindak pidana penganiayaan fisik secara mendalam yang terjadi di wilayah hukum laut mereka.

Sementara itu, Polres Pelabuhan Tanjung Priok memfokuskan penyelidikan pada dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sejak Rabu (7/10/2026), status penanganan perkara TPPO tersebut telah resmi dinaikkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah penyidik menemukan bukti serta indikasi kuat adanya unsur pidana rekrutmen ilegal.

Peningkatan status ke tahap penyidikan ini menjadi titik terang bagi para korban untuk menuntut keadilan atas perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami selama melaut. Pihak kepolisian pun berjanji akan merampungkan berkas penyidikan TPPO secepat mungkin guna menyeret seluruh oknum serta pihak penyalur yang bertanggung jawab ke meja hijau.

Di tengah proses hukum yang terus berjalan, suasana haru mewarnai kepulangan empat orang ABK korban penyiksaan yang tiba di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB. Keempat ABK yang berhasil diselamatkan tersebut masing-masing bernama Ilyas Shalahudin, Syawal Suswono, Johan Saputra, dan Oktavian Makhreza.

Sopir Taksi Online Tewas Terkubur di Sumedang, Dibunuh Gegara Utang Rp 2,5 Juta

Isak tangis dan jerit histeris dari pihak keluarga langsung pecah saat menyambut kedatangan para korban di kantor polisi. Kebahagiaan dan rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan oleh pihak keluarga yang melihat anggota keluarga mereka berhasil kembali dalam keadaan bernyawa meski harus menanggung trauma fisik berat.

Kondisi fisik para korban saat tiba di lokasi tampak sangat memprihatinkan dengan luka-luka bekas kekerasan di sekujur tubuh. Para ABK berjalan dengan tertatih-tatih, menunjukkan luka melepuh di bagian lengan akibat siraman air panas, bekas pemukulan pada pelipis wajah, serta pembengkakan parah pada bagian kaki.

Usai kepulangan tersebut, tiga orang ABK langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk menjalani perawatan intensif. Sementara itu, satu korban lainnya, Syawal Suswono, diserahkan ke penanganan Dinas Sosial untuk mendapatkan pendampingan khusus serta pemulihan psikologis lantaran hidup sebatang kara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *