Redaksintb.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menelusuri secara mendalam tragedi perundungan yang menewaskan seorang siswa kelas dua di SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kasus kekerasan anak yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengusut tuntas insiden tragis yang menimpa korban berinisial MHA (7). Langkah investigasi ini diambil guna memastikan penyebab pasti serta melihat sejauh mana pertanggungjawaban pihak sekolah dalam menjaga keamanan para siswa.
Peristiwa pilu tersebut berawal saat korban mengalami aksi kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh tiga orang kakak kelasnya pada jam istirahat sekolah. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam serta peradangan serius pada bagian perut hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisi fisik korban terus memburuk seiring rasa sakit hebat di sekujur tubuh yang membuatnya kesulitan untuk berjalan. Setelah sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD Dr. Ashari Pemalang, nyawa bocah Malang tersebut tak tertolong hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sebagai bentuk tindakan tegas dan respons atas lemahnya pengawasan di lingkungan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah mengambil langkah drastis. Kepala Sekolah SDN 01 Kebondalem resmi dicopot dan dinonaktifkan dari jabatannya sejak Selasa (6/10/2026) guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Di lain pihak, jajaran Satreskrim Polres Pemalang juga terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengusut keterlibatan para terduga pelaku yang merupakan siswa kelas 5 dan kelas 6 SD. Proses hukum diusut secara cermat dengan memperhatikan ketentuan sistem peradilan pidana anak.
Mendikdasmen menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini dan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Ia meminta seluruh instansi pendidikan dan orang tua untuk bersama-sama memperketat pengawasan terhadap perilaku perundungan antar siswa.
Kasus ini menjadi evaluasi besar bagi dunia pendidikan nasional untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan di sekolah. Kemendikdasmen memastikan akan mengawal penanganan kasus di Pemalang hingga tuntas agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


Komentar