Redaksintb.com – Seruan boikot berlibur ke Bali yang marak diperbincangkan netizen di jagat media sosial memicu respons kontroversial dari senator DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK). Tanggapan yang dilayangkan AWK alih-alih meredam suasana justru memantik reaksi tajam serta perdebatan hangat dari para pengguna platform digital.
Dalam pernyataannya, AWK secara terbuka mempersilakan bagi siapa saja yang enggan atau memutus langkah untuk datang berwisata ke Pulau Dewata. Ia secara tegas menyampaikan bahwa pihak Bali tidak masalah jika tidak dikunjungi oleh wisatawan yang tidak menginginkannya, karena daerahnya berfokus menyaring wisatawan yang berkualitas.
“Kalau misalkan tidak mau ke Bali juga tidak apa-apa, kebetulan Bali juga ingin bersih-bersih. Sekarang Bali sedang seleksi turis yang berkualitas. Kalau tidak ada wisatawan lokal, Bali masih bisa mengandalkan turis mancanegara,” ujar AWK merespons riak boikot tersebut.
Kendati melontarkan nada bicara yang tegas, AWK tetap mengimbau warga serta netizen lokal Bali agar tidak gampang terpancing emosi menghadapi maraknya seruan negatif tersebut di ruang siber. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan fokus menghargai serta menjaga kelestarian daerah destinasi wisata utama tersebut.
Namun, respons berani yang diutarakan AWK justru diartikan lain oleh para pengguna media sosial, khususnya di platform X (Twitter). Banyak netizen menilai sikap dan ucapan sang legislator kurang bijak dan terkesan arogan dalam merespons keluhan maupun kritik wisatawan terhadap pelayanan pariwisata di Bali.
Sikap membandingkan wisatawan domestik dengan turis mancanegara serta dikotomisasi “wisatawan berkualitas” memicu gelombang kritik dari netizen. Warganet mengingatkan peran vital wisatawan domestik yang sempat menjadi penyelamat utama sektor pariwisata dan perekonomian Bali tatkala dihantam krisis pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Persoalan ini pun berkembang luas menjadi diskusi hangat terkait kualitas pelayanan, transparansi tarif pariwisata, hingga evaluasi kesetaraan perlakuan antara wisatawan lokal dan turis asing saat berlibur di Pulau Dewata.


Komentar